Gubernur Sulteng Tekankan Pentingnya Data Akurat Sensus Ekonomi 2026
- 21 Jun 2026 20:12 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan pentingnya keakuratan data dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar utama pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Gubernur Anwar saat pencanangan SE2026 di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Minggu, 21 Juni 2026 yang bertepatan dengan Car Free Day (CFD). Ia menegaskan, sensus ekonomi bukan hanya sekadar kegiatan pendataan, melainkan sebagai instrumen penting untuk memastikan pemerintah memiliki gambaran kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya.
“Jadi sensus ekonomi ini semata-mata untuk mendapatkan data yang akurat sehingga pemerintah daerah dalam membuat perencanaan tidak salah sasaran,” ucapnya.
Ia menambahkan, ketidakakuratan data selama ini kerap berdampak pada tidak tepatnya penyaluran program bantuan pemerintah, sehingga dibutuhkan pembaruan data melalui sensus secara menyeluruh.
“Banyak data pemerintah yang belum akurat, yang berhak dapat bantuan justru tidak dapat, yang tidak berhak justru dapat. Karena itu perlu sensus agar datanya benar-benar akurat,” ucapnya.
Gubernur juga mengimbau masyarakat Sulawesi Tengah untuk memberikan keterangan yang benar kepada petugas sensus. Keterangan akurat tersebut menurutnya sebagai bentuk kontribusi masyarakat dalam menyukseskan pelaksanan SE2026.
“Kepada seluruh masyarakat jangan alergi dengan petugas sensus. Mohon berikan keterangan yang sebaik-baiknya agar data kita akurat,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur Anwar memastikan pemerintah daerah akan mendukung penuh pelaksanaan SE2026. Ia berencana akan menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota hingga desa dan kelurahan untuk membantu kelancaran pendataan di lapangan.
Sementara itu, Inspektur Utama BPS RI Dadang Hardiawan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap pelaksanaan SE2026. Menurutnya, sensus ekonomi merupakan amanat undang-undang yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali untuk memetakan potensi ekonomi daerah.
“Dengan ekonomi yang baik, tentunya kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” ucapnya.
Pelaksanaan SE2026 sendiri berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan ribuan petugas sensus di seluruh Indonesia. Sementara untuk di Sulawesi Tengah, sekitar 3.210 petugas dikerahkan untuk mendata langsung di masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....