Gerak Cepat FKUB dan BAMAG Sulteng Salurkan Bantuan Korban Gempa

  • 21 Jun 2026 04:51 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah bersama Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Sulteng bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa bumi Magnitudo 6,7. Gempa yang terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026 tersebut berdampak di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan sejumlah wilayah sekitarnya.

Aksi kemanusiaan tersebut mengusung tema “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi” sebagai bentuk solidaritas lintas agama bagi masyarakat terdampak bencana. Kegiatan ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan logistik dan persiapan doa bersama lintas agama.

Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, mengatakan bencana harus menjadi momentum mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama merupakan panggilan kemanusiaan yang melampaui perbedaan agama dan latar belakang.

Prof. Zainal berharap bantuan yang disalurkan dapat berjalan lancar, tepat sasaran, serta meringankan beban para korban. Ia juga menilai dukungan moral dan spiritual sangat penting untuk membantu masyarakat bangkit dari situasi sulit pascabencana.

“Menolong sesama manusia adalah jalan menuju kemaslahatan. Setiap uluran tangan yang diberikan dengan tulus tidak hanya meringankan beban orang lain, tetapi juga menghadirkan keberkahan dan mempererat persaudaraan,” ujarnya.

Semangat kebersamaan tersebut turut disampaikan Ketua Dewan Penyantun BAMAG Sulteng, Hendrik G. Lyanto. Tokoh yang akrab disapa Ko Aceo itu menegaskan bahwa musibah gempa menjadi pengingat pentingnya gotong royong dan saling menguatkan.

Dalam aksi tanggap darurat ini, FKUB dan BAMAG Sulteng menyiapkan bantuan sebanyak 1.000 dus mi instan untuk masyarakat terdampak. Bantuan tersebut akan didistribusikan ke sejumlah wilayah yang mengalami dampak cukup parah di Kabupaten Sigi.

Aceo menjelaskan, penyaluran tahap pertama dilakukan dengan mengirimkan 200 dus mi instan ke lokasi terdampak. Desa Kamarora dan beberapa desa lainnya menjadi prioritas awal penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut.

Melalui kolaborasi lintas agama ini, FKUB dan BAMAG Sulteng berharap semangat persaudaraan terus tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran berbagai elemen umat beragama dalam aksi kemanusiaan juga menjadi simbol kuatnya kerukunan di Sulawesi Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....