PKB Sulteng Targetkan Tiga Kursi Kepala Daerah di Pemilu 2029
- 19 Jun 2026 15:45 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menargetkan peningkatan keterwakilan kader di jajaran eksekutif dengan meraih sedikitnya tiga kursi kepala daerah pada pemilihan umum atau Pemilu 2029.
Ketua DPW PKB Sulteng Risharyudi Triwibowo mengatakan, mengatakan saat ini baru satu kader PKB yang menjabat sebagai kepala daerah di Sulteng, yakni dirinya sebagai Bupati Buol periode 2025–2030.
"Untuk eksekutif insyaallah mudah-mudahan lebih dari satu. Hari ini kita punya satu. Insyaallah ke depan ada tiga. Minimal tiga,” ujar Risharyudi saat ditemui disela-sela rapat formatur penyusunan calon pengurus DPC PKB se-Sulteng di Palu, Jumat, 19 Juni 2026.
Selain menargetkan peningkatan kursi kepala daerah, PKB Sulteng juga membidik penambahan kursi legislatif pada Pemilu mendatang. Salah satu target yang dikejar adalah meraih kursi di seluruh daerah pemilihan (dapil) di Sulteng yang selama ini belum berhasil ditembus.
"Target selanjutnya pecah telur semua dapil di Sulteng,” kata Ketua DPW PKB Sulteng Risharyudi.
Tercatat, pada Pemilu 2024, PKB berhasil meraih lima kursi untuk menduduki DPRD Sulteng. Kelimanya berasal dari lima dapil diantara tujuh dapil di Sulteng.
Risharyudi optimistis target tersebut dapat tercapai jika seluruh kader solid untuk membesarkan partai yang didirikan oleh Presiden Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.
Berkaitan dengan hal itu, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB juga mengintruksikan agar PKB Sulteng mulai bergerak dari sekarang melakukan konsolidasi dan mempersiapkan strategi pemenangan untuk Pemilu mendatang.
Ketua Bidang Kemaritiman dan Pertanian DPP PKB yang juga Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini menegaskan bahwa setiap DPC PKB harus mulai memetakan potensi politik di wilayah masing-masing, menyiapkan kader terbaik, serta aktif merekrut tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat.
"Rangkul para kiai, tokoh-tokoh agama dan masyarakat, akademisi, profesional, pengusaha, aktivis, aktivis muda, tokoh perempuan dan pemimpin komunitas yang memiliki semangat pengabdian," ujar Anggia.
Menurutnya, penguatan organisasi tidak hanya dilakukan dengan menjaga basis tradisional PKB di kalangan pesantren, Nahdliyin, petani, nelayan, buruh, dan pelaku UMKM, tetapi juga dengan memperluas jangkauan dukungan ke kelompok pemilih baru.
Dia menilai generasi muda, perempuan, dan kalangan profesional merupakan segmen yang perlu mendapat perhatian lebih mengingat perubahan komposisi pemilih yang terus terjadi menjelang Pemilu 2029.
"Nah, kalau kita enggak mulai mendekati anak-anak muda, orang-orang profesional, itu nanti lama-lama hilang. Oleh karena itu basis utama tetap kita jaga. Itu adalah fondasi kita, tetapi kita harus mulai dan terus-menerus mendekati basis-basis yang lain yang bisa menambah dan menjadi kekuatan baru bagi kita," kata Anggia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....