PKB Sulteng Mulai Petakan Kekuatan Politik Hadapi Pemilu 2029
- 19 Jun 2026 13:04 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB di Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai mempersiapkan strategi pemenangan Pemilihan Umum (Pemilu) di 2029 sejak dini. Salah satu langkah yang ditekankan adalah memetakan potensi politik di masing-masing daerah serta merekrut kader dan tokoh potensial untuk memperkuat partai.
Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yang dibacakan oleh Ketua Bidang Kemaritiman dan Pertanian DPP PKB, Anggia Erma Rini, saat memimpin Rapat Formatur Penyusunan Calon Pengurus DPC PKB se-Sulteng di Kantor DPW PKB Sulteng, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Ketua Komisi VI DPR RI itu, setelah proses penyusunan kepengurusan, agenda penting berikutnya adalah menyiapkan kemenangan PKB pada Pemilu 2029. Olehnya, setiap DPC diminta mulai memetakan wilayah, menyiapkan kader terbaik, serta merangkul tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.
"Rangkul para kiai, tokoh-tokoh agama dan masyarakat, akademisi, profesional, pengusaha, aktivis, aktivis muda, tokoh perempuan dan pemimpin komunitas yang memiliki semangat pengabdian," kata dia.
Dia mendorong pengurus daerah untuk aktif melakukan penjaringan kader potensial atau talent scouting. Menurutnya, organisasi hanya akan berkembang apabila terus mencari dan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Pilihlah orang-orang yang memang berkualitas dan bisa memperkuat, bisa memenangkan PKB. Jangan lelah untuk berdiskusi, jangan lelah untuk mencari strategi yang terbaik untuk membesarkan PKB,” ujarnya.

Ia menegaskan, aktivitas organisasi harus terus berjalan melalui rapat, konsolidasi, dan berbagai kegiatan yang melibatkan kader. Sebab, organisasi yang pasif akan sulit berkembang dan kehilangan daya geraknya di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Anggia juga mengingatkan pentingnya menjaga basis utama PKB yang selama ini berasal dari kalangan pesantren, Nahdlatul Ulama (NU), petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, dan masyarakat desa.
“Basis utama tetap kita jaga. Itu adalah fondasi kita, tetapi kita harus mulai dan terus-menerus mendekati basis-basis yang lain yang bisa menambah dan menjadi kekuatan baru bagi kita,” katanya.
Menurut dia, PKB juga harus mulai membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda, kelompok perempuan, dan kalangan profesional. Langkah tersebut dinilai penting mengingat perubahan demografi pemilih yang semakin didominasi kelompok usia muda.
Ia mengungkapkan, sebagian besar pemilih PKB saat ini masih berasal dari kelompok pemilih ideologis yang berusia di atas 40 tahun. Untuk itu, katanya, pendekatan kepada generasi muda perlu diperkuat agar partai tetap memiliki basis dukungan yang berkelanjutan di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulawesi Tengah Risharyudi Triwibowo menyatakan kesiapan seluruh jajaran partai di daerah untuk menjalankan arahan DPP dan memperkuat konsolidasi menghadapi Pemilu 2029.
“Kita siap wujudkan PKB solid, bangkit, menang untuk menuju ke 2029 dan 2030 atau 2031,” ujar Risharyudi.
Risharyudi yang juga Bupati Buol menargetkan PKB mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif di Sulteng, termasuk meraih kursi di seluruh daerah pemilihan yang selama ini belum berhasil ditembus.
“Target selanjutnya pecah telur semua dapil di Sulteng,” katanya.
Tak hanya di legislatif, PKB Sulteng juga menargetkan peningkatan keterwakilan di jajaran eksekutif. Saat ini, tuturnya, PKB Sulteng baru memiliki satu kepala daerah dari kader partai, dan ke depan diharapkan jumlah tersebut dapat bertambah.
“Untuk eksekutif insyaallah mudah-mudahan lebih dari satu. Hari ini kita punya satu. Insyaallah ke depan ada tiga. Minimal tiga,” ujar Risharyudi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....