Wujud Nyata Bakti TNI AL Lanal Palu di tengah Masyarakat Terdampak Gempa
- 19 Jun 2026 11:52 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Lanal Palu turun langsung memberikan bantuan nyata bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Sulawesi Tengah pada Rabu malam 17 Juni 2026.
Guncangan gempa yang terjadi sebelumnya menyisakan kerusakan nyata di sejumlah titik permukiman. Beberapa rumah warga runtuh total, menyisakan puing-puing material yang menutup akses jalan sekaligus mengancam keselamatan jika tidak segera ditangani.
Personel Satgas bergerak cepat melaksanakan pembersihan sisa bangunan rumah warga yang roboh akibat guncangan gempa tersebut, berlokasi di Desa Uenuni, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.
Tim Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Lanal Palu langsung masuk ke lokasi terdampak. Mereka mengevakuasi puing bata, kayu, dan besi dengan penuh kehati-hatian, sekaligus memastikan tidak ada barang berharga milik warga yang tertimbun di dalam reruntuhan.
Setelah memastikan pembersihan di permukiman berjalan tertib dan aman, tim kemudian beralih menangani ancaman bahaya lain yang tak kalah mengkhawatirkan. Pagar bangunan Gereja Kebangunan Kalam Allah (GKKA) di wilayah setempat ditemukan dalam kondisi miring parah akibat guncangan gempa.
Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena struktur pagar sudah tidak stabil dan sewaktu-waktu bisa roboh menimpa rumah warga yang berada tepat di sebelahnya. Tanpa membuang waktu, personel segera merobohkan pagar tembok yang rusak tersebut demi memastikan tidak ada lagi risiko yang membahayakan keselamatan jiwa warga, baik yang hendak beribadah maupun yang bertempat tinggal di sekitarnya.
Komandan Lanal (Danlanal) Palu, Kolonel Marinir M. Ali Wardhana, S.E., M.Tr.Opsla., M.M., yang memantau langsung jalannya kegiatan di lapangan menyampaikan bahwa kehadiran TNI Angkatan Laut di tengah bencana adalah bagian tak terpisahkan dari tugas dan pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara.
“Bagi TNI Angkatan Laut, tugas kami tidak hanya berhenti pada menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan. Lebih dari itu, kami adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, maka penderitaan mereka adalah penderitaan kami juga. Sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir paling depan, paling cepat, dan bekerja sekuat tenaga untuk meringankan beban mereka," ujar Danlanal Palu.
"Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan, karena kekuatan terbesar kita dalam bangkit dari bencana adalah persatuan dan gotong royong," tambahnya.
Sampai berita ini diturunkan, Tim Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Lanal Palu masih terus bersiaga di lapangan untuk memantau titik-titik kerusakan lain dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga.
Seluruh kegiatan mitigasi ini dilaksanakan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja, ketertiban, serta kehati-hatian tinggi agar penanganan bencana berjalan efektif tanpa menimbulkan risiko baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....