Pemkab Parigi Moutong Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
- 18 Jun 2026 15:11 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parimo — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Selasa 16 Juni 2026. Rapat tersebut dihadiri unsur TNI/Polri, BMKG, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, serta kepala wilayah mulai dari Kecamatan Sausu hingga Parigi Utara.
Agenda ini dilaksanakan untuk mengevaluasi dampak kejadian gempa bumi di daerah tersebut. Rapat ini juga bertujuan untuk menyusun langkah-langkah penanganan yang terkoordinasi guna mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, dalam keterangannya menuturkan, erdasarkan hasil pembahasan, diketahui masih terdapat sejumlah rumah ibadah dan rumah warga yang belum terdata. Oleh karena itu, akan dilakukan pembaruan data asesmen.
"Asesmen dilakukan guna memastikan seluruh dampak bencana dapat teridentifikasi dan ditangani secara optimal," ucap Rivai.
Lebih lanjut, dalam rapat tersebut juag disepakati seluruh penyampaian informasi terkait penanganan bencana dilakukan melalui satu pintu, yaitu Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong. Camat dan kepala desa diminta untuk terus berkoordinasi dalam mengumpulkan informasi dampak bencana di wilayah masing-masing.
"Peran aktif dari perangkat desa dan kecamatan dibutuhkan untuk mengetahui pasti dampak bencana," tuturnya.
Sebagai bagian dari upaya penanganan darurat, BPBD telah membangun tenda di halaman Rumah Sakit Umum Daerah Anuntaloko. Sementara itu, Satpol PP akan menyiapkan personel keamanan untuk membantu pengamanan di lingkungan rumah sakit.
Pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah lokasi yang akan dikunjungi oleh tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam rangka peninjauan langsung kondisi pascabencana. Selain itu, BPBD bersama Dinas Komunikasi dan Informatika akan menyusun dan menyebarluaskan edaran serta informasi kepada masyarakat.
"Kami berharap melalui informasi tersebut, masyarakat dapat tetap tenang, tidak panik, lebih cermat dalam menerima informasi, dan tidak mudah terpengaruh oleh berita hoaks yang beredar," ujarnya.
Seluruh peserta juga sepakat untuk penetapan Status Tanggap Darurat Bencana. Langkah ini diambil untuk mempercepat mobilisasi sumber daya dan penanganan dampak gempa bumi di Kabupaten Parigi Moutong.
Untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan menyiapkan sarana penyediaan air bersih. Sementara itu, BPBD bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman akan melakukan peninjauan serta penilaian terhadap rumah-rumah warga yang terdampak.
Di sisi lain, unsur TNI/Polri, BPBD, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial akan bergotong royong melaksanakan pembersihan rumah-rumah warga yang terdampak gempa bumi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan diajak untuk mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana demi keselamatan dan kenyamanan seluruh warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....