Gempa Sulteng, Kakanwil Herman Mulawarman Pastikan Lapas dan Rutan Tetap Kondusif

  • 17 Jun 2026 13:20 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng), Herman Mulawarman, Selasa,16 Juni 2026, bergerak cepat meninjau langsung kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu pascagempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan, keselamatan warga binaan, petugas, serta dampak yang ditimbulkan terhadap sarana dan prasarana pemasyarakatan.

Di Lapas Kelas IIA Palu, Herman Mulawarman didampingi Kepala Lapas Palu, Makmur, beserta jajaran. Selain memantau langsung kondisi warga binaan dan petugas, ia juga meninjau sejumlah titik bangunan yang terdampak gempa.

Beberapa bagian tembok dan bangunan teridentifikasi mengalami keretakan akibat guncangan. Temuan tersebut langsung menjadi perhatian untuk segera ditindaklanjuti guna mencegah risiko yang dapat mengganggu keamanan maupun keselamatan penghuni lapas.

"Kami memastikan seluruh warga binaan dan petugas dalam kondisi aman. Beberapa kerusakan ringan berupa retakan pada bangunan telah kami identifikasi dan akan segera ditindaklanjuti. Kondisi ini akan kami laporkan kepada pimpinan di pusat serta dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum wilayah Sulawesi Tengah untuk langkah perbaikan lebih lanjut," kata Herman Mulawarman.

Dalam kesempatan tersebut, Herman juga memberikan arahan kepada jajaran Lapas Palu agar terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi bencana susulan. Menurutnya, aspek keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap situasi darurat.

Usai meninjau Lapas Palu, Herman melanjutkan pemantauan ke Rutan Kelas IIA Palu yang didampingi Kepala Rutan Palu, Wachid Kurniawan Budi Santoso, beserta jajaran. Di Rutan Palu, Herman menyempatkan berdialog langsung dengan warga binaan untuk memastikan kondisi psikologis mereka pascagempa. Dalam dialog tersebut, ia mendengarkan berbagai masukan sekaligus memberikan penguatan agar warga binaan tetap tenang dan mengikuti arahan petugas.

"Kami ingin memastikan bukan hanya kondisi bangunan yang aman, tetapi juga memastikan warga binaan merasa tenang dan terlindungi. Situasi saat ini terkendali dan seluruh aktivitas pembinaan tetap berjalan dengan pengawasan yang diperketat," ujarnya.

Selain melakukan pemantauan langsung di Palu, Herman juga menginstruksikan seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Sulawesi Tengah untuk menyampaikan laporan kondisi terkini secara berkala pascagempa. Berdasarkan laporan yang diterima Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah per hari Rabu, 17 Juni 2026, seluruh lapas, rutan, LPKA, LPP, dan Bapas di wilayah Sulawesi Tengah dipastikan dalam kondisi aman dan kondusif. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun gangguan keamanan yang berdampak pada warga binaan dan petugas. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Herman turut mengarahkan seluruh satuan kerja agar memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya guna menjaga stabilitas keamanan dan mempercepat penanganan apabila diperlukan.

"Kami terus melakukan pemantauan secara intensif. Seluruh jajaran diminta siaga, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan keamanan warga binaan serta petugas tetap terjaga. Sampai saat ini kondisi pemasyarakatan di Sulawesi Tengah tetap aman, tertib, dan kondusif," tegas Herman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....