BPBD Donggala Pastikan Tidak Ada Kerusakan Pascagempa M 6,7

  • 16 Jun 2026 19:05 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala memastikan tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu dan dirasakan di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Donggala, pada Selasa, 13 Juni 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Donggala Edy Syam mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan petugas kebencanaan yang tersebar di berbagai wilayah untuk memastikan dampak gempa yang terjadi.

“Kalau Kabupaten Donggala Alhamdulillah aman-aman. Kita sudah tinjau dari semua wilayah ya. Tidak ada (kerusakan), hanya goyang-goyang saja,” kata Edy kepada RRI melalui sambungan telepon Whatsapp.

Menurutnya, hingga saat ini BPBD Donggala belum menerima laporan terkait kerusakan rumah, fasilitas umum, maupun korban akibat guncangan gempa tersebut.

“Iya, tidak. Tidak ada (kerusakan bangunan maupun korban jiwa),” ujarnya.

Edy menjelaskan, informasi tersebut diperoleh setelah BPBD melakukan komunikasi dengan para relawan dan petugas kebencanaan yang bertugas di sejumlah kecamatan di Kabupaten Donggala.

“Kita sudah kontak semua dari semua wilayah, dari juru bencana kita yang ada di wilayah Kabupaten Donggala, tidak ada (kerusakan),” katanya.

Meski tidak menimbulkan dampak kerusakan, gempa yang dirasakan cukup kuat sempat memicu kepanikan di sebagian masyarakat. Namun, menurut Edy, kondisi tersebut berangsur kondusif.

“Ada panik, ada memang yang gelisah, tapi sudah kondusif dan kita terus menunggu informasi dari BPBD dengan BMKG,” tuturnya.

Dia mengatakan, hingga kini BPBD Donggala belum mendirikan posko tanggap darurat karena tidak ditemukan dampak signifikan yang memerlukan penanganan khusus. Namun demikian, sejumlah langkah antisipasi tetap dilakukan.

“Belum ada (pendirian posko). Karena mungkin kita melihat situasi, karena tidak ada korban atau kerusakan. Cuma pendirian tenda yang di RSUD Kabelota,” kata dia menjelaskan.

Meski situasi terpantau aman, BPBD Donggala tetap menyiagakan personel untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan, termasuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Kalau kesiapan personel, kita standby semua di kantor ini. Iya, standby semua di kantor,” tutur Edy.

BPBD Donggala juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengutamakan informasi resmi yang disampaikan pemerintah maupun BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan.

“Imbauan kepada masyarakat supaya kita tetap menunggu informasi dari pemerintah. Jangan terlalu panik, jangan panik kita tenang-tenang saja karena ini kan belum ada kerusakan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Kabupaten Donggala dilaporkan tetap kondusif dan aktivitas masyarakat berjalan normal. BPBD setempat terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan masyarakat pascagempa.

Berdasarkan laporan BMKG, gempa terjadi pada pukul 11.27 Wita dengan magnitudo (M) 6,7. Pusat gempa berada pada koordinat 1,03 LS dan 120,24 BT atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer. Namun, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....