Buka Pesta Wirausaha 2026, Wawali Palu Ajak Pelaku UMKM Naik Kelas

  • 13 Jun 2026 16:58 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, secara resmi membuka agenda akbar Pesta Wirausaha Palu (PWP) Tahun 2026. Kegiatan ekonomi kreatif yang mengusung tema “Local to the Next Level” tersebut dipusatkan di Tanaris Coffee, Kota Palu, Sabtu, 13 Juni 2026.

Ajang tahunan ini diinisiasi oleh Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Palu dan diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain barisan perajin lokal, forum edukasi ini juga dipadati oleh ratusan generasi muda yang tertarik mendalami ekosistem dunia kewirausahaan.

“Saya berangkat dari seorang wirausahawan juga, pengusaha UMKM adalah penggerak roda ekonomi,” ujar Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin.

Imelda menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi Komunitas TDA dalam mengawal penguatan kapasitas daya saing sektor riil di ibu kota provinsi. Dirinya merefleksikan bagaimana tangguhnya sektor UMKM lokal yang terbukti tetap mampu eksis bertahan saat menghadapi fase bencana alam hingga hantaman pandemi global.

Oleh karena itu, momentum pemulihan ini harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk segera bermigrasi dari pola manajerial konvensional menuju sistem yang modern. Peningkatan skala bisnis (scale up) dinilai menjadi instrumen wajib agar keberadaan produk lokal mampu memberikan dampak pendapatan yang jauh lebih luas.

“Dari yang konvensional kita harus scale up, kita harus naik level, UMKM yang naik kelas manfaatnya jauh lebih luas, tentu pendapatannya juga akan meningkat,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa langkah awal untuk menembus pangsa pasar modern harus dimulai dari pemenuhan legalitas izin usaha serta standarisasi label halal. Sektor UMKM Kota Palu juga diminta memberikan perhatian ekstra terhadap kualitas kemasan (packaging) agar tidak kalah saing dengan produk luar daerah.

“Semua produk harus berlabel halal, kemudian kita juga harus memiliki izin usaha. Kadang orang melihat bukan hanya isi produknya, tetapi juga kemasannya. Kita masih kalah dalam hal packaging,” ucap Imelda.

Komunitas TDA diharapkan dapat terus mengawal proses pendampingan ini secara berkala, mulai dari aspek pengemasan, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses permodalan. Pemerintah kota juga menyarankan agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan turut melibatkan sektor perbankan demi mempermudah penyaluran stimulus kredit usaha.

“Menuju next level itu tidak mudah, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita terus berinovasi,” pesannya menambahkan motivasi.

Imelda berpesan agar ratusan peserta memanfaatkan wadah ini untuk saling bertukar ilmu dan memperluas jaringan kemitraan bisnis lintas sektor. Sinergi yang kuat antara inovasi mandiri pelaku usaha dan pendampingan berkelanjutan diyakini mampu membawa produk unggulan Palu menembus pasar internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....