Bunda Literasi Palu Apresiasi Pelaksanaan Pemilihan Duta Bahasa Sulteng 2026
- 13 Jun 2026 16:58 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Ketua TP-PKK sekaligus Bunda Literasi Kota Palu, Hj. Diah Puspita, menghadiri sekaligus didaulat menjadi juri kehormatan pada Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Agenda grand final yang berlangsung meriah tersebut dipusatkan di Aula Hotel Best Western Palu, Jumat, 12 Juni 2026.
Acara puncak ini menampilkan unjuk bakat dari 10 besar finalis putra dan putri terbaik yang telah lolos melewati serangkaian tahapan karantina ketat. Panggung kompetisi kebahasaan ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Balai Bahasa Sulawesi Tengah, Syarifuddin, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi, Syam Zaini.
“Duta Bahasa memiliki peran penting dalam mendampingi kami menjalankan berbagai program kebahasaan dan kesastraan,” ujar Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Syarifuddin.
Syarifuddin menjelaskan bahwa para pemenang nantinya memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan aktif di tengah kepungan era digital. Mereka diproyeksikan menjadi representasi resmi instansi dalam mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada generasi muda.
“Terima kasih kepada Bunda Literasi Kota Palu yang berkenan hadir pada kegiatan kami hari ini,” ucapnya.
Proses penyaringan bakat ini awalnya diikuti oleh sekitar 150 peserta dari berbagai perwakilan kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah. Seleksi ketat kemudian menyisakan 20 finalis terbaik yang berhak masuk ke zona pembinaan intensif sebelum melaju ke malam puncak.
“Kegiatan ini sangat luar biasa karena bahasa bukan hanya sekadar alat komunikasi, Bahasa merupakan identitas, jati diri, sekaligus cerminan peradaban bangsa,” ungkap Bunda Literasi Kota Palu, Diah Puspita.
Ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa yang baik merupakan cerminan jati diri serta tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda di Bumi Tadulako, dituntut untuk tetap bangga mengutamakan bahasa nasional.
“Kita semua dituntut untuk tetap bangga menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar,” tegas Diah Puspita kembali saat memberikan sambutan.
Sebagai pemangku gerakan literasi daerah, dirinya berharap para finalis terpilih mampu memicu peningkatan budaya baca di lingkungan sekitar. Kontribusi aktif mereka sangat dinantikan untuk mengedukasi warga agar lebih mencintai bahasa dan sastra Indonesia secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....