Simposium CVC-3 Menjadi Wadah Tingkatkan Kompetensi Nakes di Sulteng

  • 13 Jun 2026 14:02 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia (PESBEVI) Cabang Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah (SulSelTraTeng), dr. Mulawardi, Sp.B., Subsp.BVE(K), mengatakan bahwa simposium Celebes Vascular Conference ke-3 (CVC-3) 2026 menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi dan kompetensi tenaga kesehatan, mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, perkembangan layanan bedah vaskular dan endovaskular di wilayah Sulawesi dalam satu dekade terakhir menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah dokter spesialis vaskular serta kualitas layanan kesehatan yang tersedia di berbagai daerah.

“Perkembangan satu dekade terakhir ini di tanah Sulawesi alhamdulillah sudah sangat menggembirakan. Jadi yang awalnya berangkat dari titik nol, saat ini mulai beranjak progres yang baik menuju ke arah perbaikan baik itu dari segi kuantitas jumlah bedah vaskuler dan endovaskuler maupun kualitas layanan gitu,” kata dr. Mulawardi di sela-sela kegiatan Simposium CVC-3 di Kota Palu, Sabtu, 13 Juni 2026.

Dia bilang, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan dukungan peralatan medis telah membuat layanan vaskular di empat wilayah tersebut semakin berkembang. Ia menjelaskan, jika sebelumnya pasien harus dirujuk ke Pulau Jawa untuk mendapatkan penanganan vaskular yang lebih modern, kini sebagian besar layanan tersebut sudah tersedia di Sulawesi termasuk di Sulawesi Tengah.

Meski begitu, ia mengakui bahwa jumlah dokter spesialis bedah vaskular dan endovaskular masih belum ideal dibandingkan kebutuhan masyarakat. Saat ini, sebut dia, baru terdapat sekitar 17 dokter spesialis vaskular yang melayani seluruh wilayah Sulawesi dan dua diantaranya di Sulawesi Tengah.

“Itu pun sebetulnya masih kurang. Jadi targetnya sebenarnya saat ini 1 banding 500.000 jiwa (penduduk) ya. Satu dokter spesialis bedah vaskular untuk 500.000 penduduk gitu ya,” katanya.

Sementara itu, Pengurus Pusat PESBEVI, Dr. dr. Raden Suhartono, Sp.B., Subsp.BVE(K), mengapresiasi atas terselenggaranya simposium CVC-3 itu. Menurutnya, perkembangan ilmu bedah vaskular saat ini berlangsung sangat cepat seiring kemajuan teknologi kesehatan di berbagai negara, sehingga menuntut para tenaga kesehatan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan melalui berbagai kegiatan ilmiah seperti simposium, workshop, dan pelatihan.

“Karena kalau tidak, kita akan ketinggalan dengan ilmu, dengan perkembangan alat-alat di bidang bedah faskular ini yang sangat cepat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti terkait tren penyakit yang semakin banyak berkaitan dengan gangguan pembuluh darah. Menurutnya hal itu mengharuskan tenaga kesehatan memiliki kompetensi yang memadai dalam hal melakukan deteksi dini maupun penanganan kasus vaskular.

"Jadi masalah kayak perawatan luka buka, untuk akses cuci darah, dan (penggunaan) USG ini sangat penting sebagai dasar keterampilan untuk mereka melakukan suatu pelayanan," tuturnya.

Adapun untuk kegiatan simposium CVC-3 ini diikuti oleh 267 peserta terdiri dari perawat, dokter umum hingga dokter spesialis di Sulawesi Tengah. Simposium itu menghadirkan sejumlah dokter spesialis bedah vaskular dan endovaskular dari berbagai daerah di Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan perkembangan terbaru terkait penanganan penyakit pembuluh darah.

Dengan mengusung tema "Sinergitas Lintas Disiplin Dalam Manajemen Modern Penyakit Vaskular" kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di Sulawesi, khususnya Sulawesi Tengah, sehingga pelayanan kepada pasien dengan gangguan vaskular dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan sesuai perkembangan ilmu kedokteran terkini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....