Pengusaha Tahu Tempe Palu Keluhkan Lonjakan Harga Kedelai Impor
- 12 Jun 2026 14:24 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kenaikan bahan baku turut berdampak pada kenaikan harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama industri tahu dan tempe di Kota Palu. Harga kedelai impor yang sebelumnya dijual sebesar Rp 10.800 per kilogram kini naik menjadi Rp 12.500 per kilogram.
Ima, salah satu pengusaha tahu di Kota Palu mengatakan setiap hari usahanya membutuhkan sekitar 1,5 ton kedelai impor untuk memenuhi kebutuhan produksi. Kenaikan harga bahan baku membuat pelaku usaha berada dalam posisi sulit karena biaya produksi meningkat, sementara harga jual produk belum dapat dinaikkan.
"Artinya keuntungan itu ibaranya kita jalan ditempat untuk sementara ini sementara perlu untuk bayar BPJS, gaji pegawai," tutur Ima saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis 11 Juni 2026.
Menurutnya, menaikkan harga tahu dan tempe berisiko menurunkan daya beli masyarakat dan berdampak pada turunnya permintaan. Di sisi lain, biaya operasional terus meningkat sehingga pelaku usaha harus mencari cara agar produksi tetap berjalan.
"Karena kalau mau dinaikkan, paling naik kecil saja tetapi tidak bisa menutupi. Penjual-penjuak siomay itu kasihan, semua naik, kalau saya kasih naik tiba-tiba juga kasihan," ucapnya.
Kondisi tersebut memaksa sebagian pelaku usaha mempertimbangkan langkah efisiensi, termasuk kemungkinan mengurangi jumlah tenaga kerja guna menekan biaya produksi. Olehnya, ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi pengusaha tahu dan tempe.
"Mudah-mudahan bisa bantu menurunkan dolar atau subsidi dari pemerintah sedikit untuk kami pengusaha tahu tempe," kata Ima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....