Zimbabwe Pelajari Konsep Investasi dan Hilirisasi di IMIP Morowali Sulteng

  • 12 Jun 2026 06:23 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Morowali - Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali menjadi perhatian dunia internasional. Kali ini, delegasi Zimbabwe Investment Development Agency (ZIDA) melakukan kunjungan studi banding ke kawasan industri hilirisasi nikel terintegrasi tersebut untuk mempelajari konsep investasi dan pengembangan industri berbasis sumber daya alam yang diterapkan di IMIP.

Kunjungan yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026 itu bertujuan mendalami model pengembangan kawasan industri terpadu yang dinilai relevan untuk mendukung pembangunan sektor industri di Zimbabwe, khususnya industri baja dan pengolahan mineral.

Delegasi ZIDA meninjau sejumlah fasilitas strategis di kawasan IMIP, mulai dari bandara, jetty, area produksi, hingga Politeknik Industri Logam Morowali yang berada di luar kawasan industri. Kunjungan tersebut turut didampingi perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Harare.

Rombongan ZIDA terdiri dari Kepala Business Development Noel Mahombera, Research Manager Robin Musonza, Investment Manager Bidang Ekonomi Pardon Nyandoro, Investment Manager Bidang Persiapan dan Pembangunan Davison Vandira, serta analis investasi Nyasha Makuni.

Noel Mahombera menjelaskan, pihaknya ingin mempelajari konsep pengembangan kawasan industri berbasis sumber daya alam, hilirisasi industri baja, tata kelola kawasan terpadu, integrasi rantai pasok, fasilitasi investasi, serta sistem logistik dan ekspor yang diterapkan di IMIP.

"Zimbabwe ingin membuka peluang kerja sama antarnegara dan melihat investasi China dengan Indonesia pada jenis model usaha di IMIP. ZIDA ingin mengetahui bagaimana sistem kerja sama yang terjalin di antara kedua negara ini," ujarnya saat berdialog dengan perwakilan manajemen IMIP.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi Zimbabwe juga menaruh perhatian terhadap nilai investasi sejumlah fasilitas penunjang, seperti bandara, jetty, serta sarana akomodasi yang tersedia di kawasan industri.

Antusiasme dan berbagai pertanyaan teknis yang diajukan menunjukkan ketertarikan serius Zimbabwe untuk mengadaptasi model IMIP dalam pembangunan industri nasional mereka, terutama terkait struktur investasi, kapasitas logistik, serta pengelolaan sumber daya manusia.

Kunjungan ini dinilai membuka peluang penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Zimbabwe di bidang penanaman modal, promosi investasi, hilirisasi mineral, serta pengembangan kawasan industri berbasis sumber daya alam.

Selain itu, benchmarking tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra pembangunan yang relevan dan berpengalaman bagi negara-negara Afrika. Di tengah meningkatnya persaingan global dalam penguasaan mineral kritis, kerja sama seperti ini juga berpotensi memberikan keuntungan geopolitik dan ekonomi bagi Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....