Patroli Presisi Jadi Strategi Polda Sulteng Cegah Kejahatan dan Jaga Kamtibmas

  • 11 Jun 2026 15:18 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sulawesi Tengah terus mengoptimalkan Patroli Presisi sebagai langkah preventif dalam mencegah tindak kejahatan serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Samapta Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Mikael P. Sitanggang, S.I.K., M.H., saat menjadi narasumber dalam Podcast Presisi Polda Sulteng bertema "Patroli Presisi, Mencegah Kejahatan, Mewujudkan Rasa Aman" di Studio Podcast Presisi Polda Sulteng, Rabu 10 Juni 2026.

Dalam dialog tersebut, Mikael menegaskan bahwa filosofi Patroli Presisi tidak hanya berorientasi pada penindakan setelah kejahatan terjadi, melainkan lebih mengedepankan pencegahan melalui kehadiran aktif personel kepolisian di tengah masyarakat.

"Keberhasilan patroli bukan hanya diukur dari jumlah tindak kejahatan yang berhasil dicegah, tetapi juga dari meningkatnya rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri," ujarnya.

Sebagai implementasi konsep tersebut, Ditsamapta Polda Sulteng mengembangkan sejumlah program inovatif, di antaranya Patroli Nagaya dan Patroli Kabilasa. Patroli Nagaya yang diperkuat personel Polisi Wanita (Polwan) mengedepankan pendekatan dialogis dan humanis dengan masyarakat melalui edukasi kamtibmas serta penyerapan aspirasi warga.

Sementara itu, Patroli Kabilasa yang dilaksanakan personel Polisi Laki-laki (Polki) difokuskan pada upaya preventif dan respons cepat di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi berdasarkan hasil analisis situasi dan laporan masyarakat.

Menurut Mikael, berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti kriminalitas jalanan, aksi premanisme, balap liar, hingga gangguan ketertiban lainnya terus dipetakan untuk menentukan pola patroli yang efektif dan tepat sasaran.

Menghadapi perkembangan era digital, pihaknya juga melakukan berbagai inovasi melalui pemanfaatan teknologi informasi, analisis data kerawanan, serta optimalisasi komunikasi melalui media sosial guna mengantisipasi pola kejahatan yang semakin dinamis.

Ia menilai pendekatan preventif melalui patroli memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan efek pencegahan sekaligus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

Dirsamapta juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan melaporkan potensi gangguan keamanan dan menjaga lingkungan masing-masing.

"Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi yang baik, situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif dapat terus terjaga demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....