Wujudkan Sulteng Bersinar, Polda Gelar FGD di Untad Terkait Pemberantasan Narkoba
- 11 Jun 2026 14:27 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Peredaran dan Penyalahgunaan narkoba di Indonesia umumnya dan Sulawesi Tengah khususnya masih menjadi masalah serius yang belum tuntas ditangani, bahkan cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Menyadari hal ini berbagai upaya terus dilakukan kepolisian dalam memaksimalkan upaya pemberantasan narkoba.
Dirbinmas Polda Sulawesi Tengah yang juga selaku ketua Kaposko Pusat Studi Kepolisian Untad Kombes Polisi Sirajuddin, Kamis, 11 Juni 2026, mengatakan pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi semua pihak. Sehingga melalui Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan tokoh agama, Dosen, kepala lembaga, dan organisasi kemahasiswaa, kedepan strategi pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba diharapkan dapat semakin optimal.
Selain itu FGD yang digelar selama sehari tersebut juga bertujuan untuk menguatkan peran setiap pihak dalam pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Sehingga setelah FGD dilakukan sinergi antar berbagai pihak dapat semakin kuat dan maksimal.
“Tujuan kegiatan FGD ini pertama mengidentifikasi kondisi aktual dan pola peredaran narkoba di Sulawesi Tengah. Kedua mengkaji faktor resiko dan kelompok penentangan terhadap penyalahgunaan narkoba. Ketiga, merumuskan peran masing-masing pemangku kepentingan dalam pencegahan dan penyalahgunaan narkoba. Keempat, menyusun rekomendasi strategis kolaboratif yang aplikatif dan berkelanjutan. Kelima, meningkatkan kesadaran peserta terhadap bahaya narkoba dan pentingnya gerakan bersama. Keenam, mendorong terbentuknya jejaring kerja sama antar lembaga dalam pencegahan peredaran narkoba,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., menegaskan komitmen kampus dalam memerangi narkoba. Dijelaskan berbagai upaya terus dilakukan pihaknya dalam memaksimalkan keberadaan mahasiswa di kampus dengan harapan hal tersebut menutup peluang adanya mahasiswa terpapar narkoba. Selain itu untuk mencegah adanya aktivitas yang berujung pada aksi penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus, pihaknya juga memberikan pembatasan jam kegiatan dalam kampus.
“Sekarang melalui kerja sama pihak ketiga kita untuk security kita, makanya kegiatan-kegiatan setelah selesai sore hari, malam hari ini penjagaan ketat untuk pintu-pintu masuk ke Universitas Tadulako. Kalau dulu bisa begitu mudah, sekarang kita lagi mempersiapkan juga di beberapa tempat kita gunakan CCTV untuk mengontrol hal-hal tersebut,” ujarnya.
Kegiatan FGD terkait strategi kolaboratif dalam mengatasi peredaran narkoba di Sulawesi Tengah tersebut menghadirkan pemateri selain Rektor Untad, juga Dirres Narkoba Polda Sulawesi Tengah serta Ketua FKUB Sulawesi Tengah. Berbagai gagasan dan masukan disampaikan peserta dengan sasaran Sulawesi Tengah dapat menjadi daerah yang bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Selain memberikan pemahaman yang baik bagi masyarakat tentang bahaya narkoba, penguatan peran keluarga juga menjadi hal yang diharapkan dapat dimaksimalkan. Sementara itu Ketua FKUB Sulawesi Tengah Prof. Zainal Abidin dalam materinya menekankan peran tokoh agama dalam memberikan ceramah maupun khotbah tentang bahaya narkoba terhadap kehidupan masyarakat khususnya keluarga dan agama. Serta minta BNN dan Kepolisian memberikan modul terkait dengan jenis serta bahaya narkoba kepada tokoh agama sebagai bahan referensi untuk materi dalam ceramah yang akan diberikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....