Wujudkan Kampus Berdampak, Untad Kembangkan Tekhnologi Pertanian di Kampus
- 11 Jun 2026 14:08 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Berbagai upaya terus dilakukan Universitas Tadulako dalam memberikan dampak positif bagi pembangunan di Sulawesi Tengah baik terkait dengan peningkatan kualitas SDM maupun pengembangan berbagai potensi daerah diantaranya sektor pangan. Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., Rabu, 10 Juni 2026, mengatakan salah satu kegiatan yang dilakukan lembaga penelitian pertanian yang memaksimalkan lahan tandus Untad menjadi lahan perkebunan dan pertanian.
Ditambahkan penelitian penanaman buah semangka, melon dan padi ladang di lingkungan kampus tersebut juga melibatkan mahasiswa. Dimana diharapkan melalui penelitian dan pengujian serta praktek tanam langsung tersebut dapat menjadi ilmu baru bagi masyarakat di Sulawesi Tengah.
Keberhasilan Untad dalam memaksimalkan lahan tandus menjadi lahan pertanian juga diharapkan dapat mendukung upaya ketahanan pangan. Lebih lanjut rektor menjelaskan kegiatan penelitian ini akan terus berlanjut dimana fokus kegiatan yakni memaksimalkan lahan kosong yang belum dimanfaatkan.
“Itu bagian daripada praktikum yang dilaksanakan mahasiswa pertanian, pemanfaatan lahan kita yang masih tidur itu dan ini sah-sah saja kita gunakan dan itu memang nantinya kawasan itu akan kita persiapkan untuk pembangunan asrama mahasiswa. Oke, selagi itu belum dimanfaatkan digunakan dan ini asal izin dari kita dimanfaatkan untuk praktik mahasiswa,” jelasnya.
Rektor menerangkan dari Teknologi Pertanian Universitas Tadulako lahan kosong yang gersang di Untad dapat menjadi lahan menghasilkan. Hal ini juga menjadi bukti bahwa penelitian di Untad dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Disitu menunjukkan juga bahwa dengan lahan yang ada dengan teknologi pertanian dimiliki Universitas Dolako bisa bisa tumbuh padi, padi ladang, juga bisa melon dan lain sebagainya di situ. Dan ini menunjukkan bahwa teknologi pertanian kita yang ada di sini dan Bapak dosen dan mahasiswa bisa terapkan itu dan itu bisa berhasil. Yang bisa jadi kita cari cari lahan lain kalau umpamanya itu sudah dibangun, kemarin kita bilang nanti kita lahan kita cukup luas. Itu kan kita kemarin baru uji coba. Ternyata di lahan kita yang dibilang seperti ini ternyata bisa menghasilkan,” ujarnya.
Selain membuktikan lahan gersang tetap produktif, kegiatan penelitian yang dilakukan tersebut juga menghasilkan dan mampu mendukung program pemerintah pusat diantaranya program MBG untuk buah dan ketahanan pangan dari hasil padi ladang. Diakui dari hasil pengolahan lahan kosong Untad tersebut, Tim yang terlibat berhasil memanen Semangka sekitar 10 Ton yang disalurkan ke dapur MBG dan sejumlah retail modern yang ada di Palu. Sementara untuk padi ladang saat ini masih menunggu masa panen dan diharapkan menghasilkan panen yang memuaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....