Penyaluran Bantuan Alsintan di Sojol Donggala Diduga Tidak Tepat Sasaran
- 09 Jun 2026 17:55 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Donggala – Sejumlah kelompok tani di Kecamatan Sojol dan Dampelas, Kabupaten Donggala yang tergabung dalam Aliansi Petani Donggala (APD) menduga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala tidak tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Dugaan tersebut muncul setelah adanya penyaluran bantuan alsintan oleh Pemkab Donggala melalui Dinas Pertanian setempat kepada kelompok tani yang tidak tercantum dalam surat penerima bantuan dari Kementan.
Berdasarkan surat Kementan Nomor B-496/SR.430/B.2/04/2026 tertanggal 6 Mei 2026 dan B-98/SR.430/B.3/05/2026 tertanggal 12 Mei 2026, terdapat enam kelompok tani di dua kecamatan tersebut yang ditetapkan sebagai penerima bantuan berupa tiga unit Combine Harvester Besar (CHB) dan traktor roda crawler.
Ketua Aliansi Petani Donggala Samsu Rizal mengatakan seluruh bantuan seharusnya disalurkan kepada kelompok tani yang tercantum dalam surat tersebut. Namun, pihaknya menemukan adanya dua unit alsintan, yakni satu unit CHB dan satu unit traktor roda crawler, yang telah disalurkan kepada kelompok tani yang tidak tercantum dalam daftar penerima.
“Adapun kelompok tani yang sah yang tertulis dalam lampiran tersebut tidak menerima bantuan. Namun diduga yang diberikan adalah kelompok tani yang tidak ada dalam lampiran Surat Kementerian Pertanian. Dan ini patut diduga terjadi penyalahgunaan kewenangan oleh dinas terkait,” kata dia saat konferensi pers di Palu, Selasa, 9 Juni 2026.
Dalam konferensi pers yang dihadiri oleh perwakilan kelompok tani penerima bantuan beserta tokoh masyarakat itu, Samsu menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah melakukan upaya konfirmasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Donggala pada 2 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Donggala Anhar disebut membenarkan adanya surat tersebut dan menyampaikan bahwa dua unit alsintan telah disalurkan kepada kelompok tani di Sojol.
Namun, saat dilakukan pengecekan di lapangan, bantuan tersebut tidak diterima oleh kelompok tani yang tercantum sebagai penerima. Sebaliknya, alat tersebut justru digunakan oleh kelompok tani yang tidak terdaftar dalam lampiran surat Kementan.
“Kalau penyerahannya saya sempat ini dapat dokumennya. Ada dokumen penyerahan ke petani dan ini diduga bukan petani murni,” ucapnya.
Selain persoalan penyaluran, APD juga menilai Pemkab Donggala terkesan masih menahan sebagian bantuan untuk segera disalurkan. Padahal, bantuan tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan produktivitas petani di daerah tersebut.
Untuk itu, APD mendesak Pemkab Donggala segera menyalurkan bantuan kepada kelompok tani yang berhak menerima sesuai ketentuan. Mereka juga meminta agar bantuan yang telah terlanjur disalurkan kepada pihak yang tidak berhak ditarik kembali dan diberikan kepada penerima yang tercantum dalam lampiran surat Kementan.
APD menegaskan, jika bantuan tetap tidak disalurkan sesuai ketentuan, pihaknya akan menempuh langkah hukum sesuai peraturan perundang-undangan.
“Tindakan ini sangat melukai hati kelompok tani, dikarenakan ada hak-hak kelompok yang dikebiri. Olehnya, kami menduga bahwa tindakan tersebut adalah penyalahgunaan kewenangan dan melanggar hukum serta akan berdampak pada konsekuensi hukum,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan jika bantuan alsintan yang sempat digunakan pihak yang tidak tepat sasaran kemudian dialihkan kembali kepada kelompok tani yang berhak menerima.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Donggala Anhar saat dikonfirmasi RRI hanya mengatakan bahwa bantuan itu saat ini tengah berada di kantornya dan menunggu para penerima untuk mengambilnya.
"Alsintan masih ada di kantor, mereka sudah kami sampaikan untuk diambil segera. Kami menunggu," kata Anhar melalui pesan Whatsapp.
Selanjutnya, saat ditanya terkait kebenaran penyaluran dua unit alsintan yang tidak tepat sasaran, ia hanya menjawab akan dihubungi kembali nantinya dikarenakan dirinya yang sedang mengikuti rapat. Namun, hingga berita ini tayang, Anhar tak kunjung menghubungi untuk memberikan penjelasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....