Tantangan Gen Z Jaga Ideologi di Ruang Digital

  • 10 Jun 2026 12:35 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID,Palu - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) mengajak seluruh mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas di ruang digital. Ajakan tersebut muncul sebagai respons terhadap derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang dinilai berpotensi memengaruhi pemahaman generasi muda terhadap ideologi negara.

Ketua BEM FISIP Untad, Miftahul Fikri, saat menjadi narasumber di Pro 2 RRI Palu, mengatakan bahwa ruang demokrasi saat ini telah mengalami pergeseran besar ke ranah digital. Karena itu, menurutnya, pemaknaan terhadap Pancasila harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan tidak hanya dipahami sebagai hafalan semata.

"Kita harus buat bagaimana metode-metode campaign tentang Indonesia, cinta tanah air, dan Pancasila itu bisa diaplikasikan ke ranah digital agar orang tidak menganggap ideologi ini sebagai hal kuno zaman dulu," ujarnya.

Ia menilai media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda melalui konten yang kreatif, edukatif, dan mudah dipahami. Dengan pendekatan yang relevan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pelopor dalam memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara di era digital.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi generasi muda saat ini adalah cepatnya penyebaran misinformasi dan dominasi konten asing dalam algoritma media sosial. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pola pikir serta cara pandang masyarakat apabila tidak disikapi dengan kemampuan literasi digital yang memadai.

Selain itu, perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) juga menghadirkan tantangan baru. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara positif, namun di sisi lain berpotensi disalahgunakan untuk memanipulasi suara maupun wajah tokoh publik sehingga memunculkan informasi yang menyesatkan.

Tidak hanya pada aspek informasi, dirinya juga menyoroti pengaruh budaya digital global yang masuk melalui berbagai platform hiburan, termasuk permainan daring dari luar negeri. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengelola waktu dan menentukan prioritas agar aktivitas hiburan tidak mengganggu produktivitas maupun tanggung jawab akademik.

Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat, nilai-nilai luhur Pancasila seperti gotong royong, toleransi, dan persatuan diharapkan dapat bertransformasi menjadi budaya positif di dunia maya. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga agen perubahan yang mampu menjaga identitas kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....