Tarian hingga Drama Musikal Warnai Perpisahan Siswa SD Al-Azhar Mandiri Palu

  • 06 Jun 2026 22:31 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Perpisahan siswa kelas enam SD Al-Azhar Mandiri Palu berlangsung meriah dengan pelbagai pertunjukan seni yang ditampilkan oleh para peserta didik di sekolah tersebut.

Mulai dari tari mokambu hingga pertunjukan drama musikal mewarnai perpisahan yang berlangsung di Halaman SD Al-Azhar Mandiri Palu, pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Sebelum dimulainya kegiatan, para orang tua murid dan tamu undangan yang hadir disuguhkan penampilan tradisional Tari Mokambu Montanu, disusul tarian Zapin/Jepeng. Kedua tarian itu dibawakan langsung oleh peserta didik dari sekolah tersebut.

Tak hanya itu, setelah melewati serangkaian acara, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan pantomim oleh lima siswa. Pantomim tersebut menggambarkan tentang proses pembelajaran di sekolah hingga pada perpisahan antara guru dan murid.

Setelahnya, tamu undangan dihibur dengan penampilan solo vokal oleh Aqila Nikonia Wisni Utami—siswi kelas 5 B. Dengan suara yang indah, Aqila membawalan lagu milik Maudy Ayunda berjudul "Kejar Mimpi".

Selanjutnya, penampilan dilanjutkan dengan pertunjukan tari kreasi dan ditutup dengan penampilan drama musikal yang dibawakan oleh siswa kelas enam.

Dalam drama musikal tersebut, para siswa menceritakan perjalanan awal mereka saat pertama kali memasuki SD Al-Azhar Mandiri Palu yang bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. Mereka juga menggambarkan berbagai dinamika pembelajaran jarak jauh, hingga akhirnya kembali menjalani proses belajar tatap muka secara normal serta momen kebersamaan yang terjalin selama enam tahun masa sekolah dasar.

Kisah itu kemudian ditutup dengan adegan perpisahan yang penuh haru antara siswa dan para guru, sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan mereka di sekolah dasar.

Dalam sambutannya, Kepala SD Al-Azhar Mandiri Palu Intan Rukmana mengatakan, tahun ini merupakan angkatan keempat sekolah tersebut menamatkan siswanya. Angkatan yang berjumlah 84 siswa tersebut diberi nama Resiliara kepanjangan dari Resiliance Era yang memiliki makna anak-anak yang tumbuh di era ketangguhan.

Penamaan tersebut merujuk pada awal mula angkatan ini memasuki SD Al-Azhar Mandiri Palu yang harus berhadapan dengan wabah Covid-19. Saat itu, para siswa tersebut menjadi yang pertama sejak sekolah ini berdiri harus mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tanpa bertatap muka atau melalui aplikasi Zoom Meeting.

"Tetapi anak-anakku berhasil melewatinya tentunya berkat dukungan dari para orang tua. Cerita lainnya di tahun terakhir angkatan keempat kembali menjadi angkatan pertama yang harus mengikuti tes kemampuan akademik atau TKA," kata Intan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua siswa yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pendidikan berlangsung. Menurutnya, keberhasilan siswa tidak lepas dari kolaborasi yang baik antara pihak sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter serta motivasi belajar anak.

Senada, Direktur Yayasan Al-Azhar Mandiri Palu Abdul Basit Arsyad menyampaikan ucapan selamat kepada siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar tersebut. Menurutnya, kelulusan ini menjadi langkah awal untuk menapaki pendidikan selanjutnya.

"Jadi, ini baru langkah awal, belum SMP, belum SMA, belum kuliah, ya. Cita-citakan kamu jangan hanya S1, S2 bahkan jadi doktor. Atau tidak menjadi orang-orang hebat dengan kreativitas kamu masing-masing," ujarnya.

Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, orang tua, dan para guru. Momen ini berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk kebersamaan sekaligus kenangan terakhir bagi siswa kelas enam sebelum meninggalkan bangku sekolah dasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....