Parigi Moutong Bersiap menuju Proyek Strategis Nasional

  • 05 Jun 2026 19:55 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mempercepat pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi melalui program hilirisasi dan penguatan komoditas unggulan daerah. Upaya tersebut diperkuat dengan kunjungan kerja Direktur Perencanaan Teknis, Pengembangan Ekonomi, dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Transmigrasi RI, Dr. Andy Wijaya, yang diterima langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, di Kecamatan Mepanga, Rabu, 3 Juni 2026.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dengan Menteri Transmigrasi di Jakarta. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pengusulan kawasan transmigrasi Parigi Moutong sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Andy Wijaya menjelaskan bahwa Kementerian Transmigrasi kini mengusung paradigma baru melalui konsep “Transmigrasi Reborn”, yang tidak lagi berfokus pada perpindahan penduduk semata, tetapi pada penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Orientasi kami saat ini adalah membangun kawasan transmigrasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata melalui penguatan ekonomi dan pengembangan potensi lokal,” ujarnya.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Kementerian Transmigrasi menjalankan sejumlah program strategis, antara lain Trans Tuntas yang berfokus pada percepatan penyelesaian sertifikasi lahan warga transmigrasi, Trans Gotong Royong melalui kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi, Trans Patriot untuk pendampingan masyarakat oleh sumber daya manusia unggul, serta Trans Karya Nusa yang mendorong hilirisasi dan industrialisasi komoditas lokal berbasis ekonomi sirkular.

Salah satu program yang akan segera dilaksanakan adalah pendampingan pengembangan peternakan ayam di kawasan Bahari Tomini Raya oleh tim dari Universitas Airlangga selama empat bulan. Selain itu, potensi komoditas unggulan seperti durian, kakao, dan kelapa dalam juga akan didorong agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi di pasar nasional maupun internasional.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan kawasan transmigrasi dan kesiapan pemerintah daerah dalam melengkapi seluruh data pendukung yang dibutuhkan untuk pengusulan PSN.

“Masuknya kawasan transmigrasi Parigi Moutong dalam Proyek Strategis Nasional menjadi harapan besar bagi daerah dan masyarakat. Kami akan segera menyiapkan seluruh data teknis yang diperlukan agar rencana ini dapat terwujud,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan bantuan bibit kelapa dalam untuk pengembangan lahan seluas 300 hektare. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan 16 kelompok tani sebagai bagian dari upaya penguatan sektor perkebunan rakyat.

Bupati Erwin mengatakan, program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, menjelaskan bahwa program pengembangan kelapa dalam tersebut didukung oleh Kementerian Pertanian dan menyasar petani di enam kecamatan, yakni Parigi Tengah, Parigi Utara, Siniu, Ampibabo, Tomini, dan Bolano Lambunu.

Setiap hektare lahan memperoleh bantuan berupa 110 bibit kelapa dalam unggul, 330 kilogram pupuk organik granula untuk fase pertumbuhan awal, serta biaya penanaman sebesar 15 Hari Orang Kerja (HOK) yang disalurkan langsung ke rekening kelompok tani.

“Tahun 2026 Kabupaten Parigi Moutong memperoleh alokasi pengembangan kelapa dalam seluas 500 hektare dari Kementerian Pertanian. Tahap pertama seluas 300 hektare direalisasikan saat ini, sedangkan tahap kedua seluas 200 hektare akan dilaksanakan pada semester II setelah proses administrasi dan CPCL selesai,” jelas Dadan.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Parigi Moutong optimistis kawasan transmigrasi di wilayahnya dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....