Permainan Tradisional Jadi Jembatan Membangun Interaksi Sosial Anak dan Remaja
- 03 Jun 2026 18:32 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Di tengah meningkatnya penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari, permainan tradisional kembali mendapat perhatian sebagai sarana membangun interaksi sosial. Melalui kegiatan yang digelar Komunitas Ayoo Bermain Palu, masyarakat diajak untuk merasakan kembali pengalaman bermain secara langsung bersama teman-teman sebaya.
Permainan seperti lompat tali, hadang, benteng, dan berbagai permainan kelompok lainnya terbukti mampu menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Tidak hanya anak-anak, remaja hingga orang dewasa juga terlihat antusias mengikuti berbagai aktivitas yang diselenggarakan.
Menurut Nadia Djafar yang merupakan pengurus inti Ayoo Bermain Palu mengatakan permainan tradisional memiliki kekuatan untuk mempererat hubungan sosial karena peserta dapat berinteraksi secara langsung.
“Dengan bermain bersama, orang yang awalnya malu atau merasa tidak punya teman bisa menjadi lebih aktif. Dari situ hubungan sosial dan rasa percaya diri mereka juga tumbuh,” ujarnya.
Fenomena tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang awalnya hanya mengamati dari kejauhan sebelum akhirnya bergabung dalam permainan. Setelah berinteraksi, mereka mulai mengenal satu sama lain dan bahkan melanjutkan komunikasi di luar kegiatan bermain.
Selain mempererat hubungan sosial, permainan tradisional juga dinilai mampu melatih kerja sama, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi. Nilai-nilai tersebut menjadi penting di tengah kondisi masyarakat yang semakin banyak berinteraksi melalui layar dibandingkan secara tatap muka.
Keberadaan Ayoo Bermain Palu menjadi contoh bahwa permainan tradisional masih relevan untuk masa kini. Melalui aktivitas yang sederhana, masyarakat dapat memperoleh pengalaman sosial yang positif sekaligus menjaga warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....