Gubernur Sulteng Dukung Upaya Pengamanan Laut Melalui Operasi Trisila Tahap II

  • 01 Jun 2026 13:10 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Mewujudkan perairan Indonesia umumnya dan Sulawesi Tengah khususnya yang aman, berbagai upaya terus dilakukan aparat TNI Angkatan Laut diantaranya melalui kegiatan latihan. Operasi Trisila menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta profesionalisme prajurit TNI AL dalam melaksanakan operasi laut dan pendaratan amfibi. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid usai mengikuti dan menyaksikan langsung kegiatan latihan oleh Satgas Operasi Trisila, Senin, 01 Juni 2026, mengatakan hal ini merupakan pengalaman pertama dirinya dan mengaku bersyukur melalui kegiatan ini dirinya dapat menyaksikan secara langsung kondisi Sulawesi Tengah dari laut. Ditambahkan Sulawesi Tengah merupakan bagian dari Selat Makasar dan kedepan diharapkan selain mewujudkan perairan yang aman, keberadaan Selat Makasar dapat mendorong perekonomian daerah disekitar Selat Makasar.

“Ini bagian dari pengamanan laut kita karena kita ini Sulawesi Tengah juga bagian dari Selat Makassar. Jadi Selat Makassar itu adalah salah satu selat yang sangat strategis baik dalam perdagangan dunia, pertahanan, keamanan dan sebagainya. Kita harus menjadikan Selat Makassar ini mirip serat Hormuz yang bisa memberikan kontribusi besar bagi pendapatan negara maupun pendapatan daerah dan juga menjaga Indonesia ini dari khususnya dari Selat Makassar,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Wadan Satgas Operasi Trisila 26 Tahap II TNI Angkatan Laut , kolonel laut (Pelaut) Agung Nugroho Kusumaji menjelaskan kegiatan latihan operasi pendaratan Satgas Ops Trisila II TNI AL Tahun 2026 ini sejalan dengan upaya TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan kesiapan tempur serta menjaga kedaulatan wilayah laut Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Operasi Trisila ini merupakan tujuh utama adalah untuk menegakkan kedaulatan, penegakan hukum dan juga menjaga keamanan laut di perairan. E tahap kedua ini dilaksanakan khususnya di ALKI II. Nah Selat Makassar ini merupakan bagian dari ALKI II, dimana Palu ini merupakan bagian daripada komunitas maritim di Selat Makassar sendiri yang membentang dari utara di Sulawesi Utara hingga ke perbatasan di selatan Indonesia. Sehingga ini merupakan salah satu titik strategis di mana wajib juga untuk disinggahi daripada Satgas Operasi Trisila,” terangnya.

Sementara itu Komandan Lanal Palu, Kolonel Mar M. Ali Wardhana, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., mengatakan dukungan terhadap kegiatan latihan ini merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam menjaga kesiapan operasional prajurit guna menghadapi berbagai potensi ancaman maritim serta meningkatkan kemampuan interoperabilitas antar satuan. Latihan tersebut juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan teknis dan taktis prajurit di lapangan. Selain itu melalui latihan ini, kedepan minat masyarakat semakin tinggi untuk bergabung menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut.

“Berharap ini masyarakat Kota Palu atau umumnya Sulawesi Tengah bisa lebih banyak untuk mendaftarkan diri ke TNI Angkatan Laut yang mana sebelum-sebelum ini hanya beberapa orang saja yang mendaftar sehingga animonya itu dari pusat menilai sedikit sehingga saya berupaya untuk meningkatkan animo ini sehingga bisa lebih banyak yang mendaftar di Angkatan Laut,” harap Danlanal Palu.

Latihan pendaratan ini melibatkan unsur personel dan alutsista TNI AL dengan skenario operasi pendaratan pasukan di wilayah pesisir. Dalam pelaksanaannya, Pangkalan TNI AL Palu berperan mendukung kelancaran kegiatan mulai dari pengamanan wilayah latihan, koordinasi lapangan, hingga dukungan fasilitas pangkalan bagi unsur-unsur yang terlibat. Selain itu Lanal Palu juga menggelar kegiatan sosial kemanusiaan diantaranya pembagian paket sembako bagi masyarakat pesisir, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....