Durian Parigi Moutong Tembus Tiongkok Petani Diharapkan Jaga Kualitas
- 01 Jun 2026 06:35 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Keberhasilan ekspor perdana 27 ton durian segar asal Kabupaten Parigi Moutong ke Tiongkok menjadi momentum penting bagi pengembangan komoditas unggulan daerah tersebut. Untuk menjaga keberlanjutan pasar ekspor, kualitas buah dan tata kelola produksi menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan.
Hal itu mengemuka dalam Dialog Optimalisasi Kualitas Ekspor Komoditas Durian Parigi yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Parigi Moutong di PT Sentra Pangan Sejahtera, Desa Avolua, Sabtu 29 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, jajaran organisasi perangkat daerah, serta ratusan petani dan pelaku usaha durian.
Bupati Parigi Moutong menegaskan bahwa keberhasilan menembus pasar internasional harus diikuti dengan komitmen menjaga standar mutu dari proses budidaya hingga pemasaran.
“Durian Parigi Moutong harus dikenal tidak hanya karena cita rasanya, tetapi juga karena kualitasnya yang terjamin dan memenuhi standar pasar ekspor,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui pendampingan teknis dan sertifikasi sangat dibutuhkan untuk memperkuat daya saing komoditas durian daerah di pasar global.
Parigi Moutong sendiri memiliki potensi besar sebagai sentra produksi durian di Sulawesi Tengah. Tercatat luas areal perkebunan durian mencapai 1.114 hektare dengan sekitar 114 ribu pohon produktif yang tersebar di 19 kecamatan. Produksi durian daerah ini mencapai sekitar 6.000 ton per tahun dan menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pedesaan.
Dalam dialog tersebut, petani juga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, salah satunya terkait penyakit bangkalan yang menyerang kualitas buah durian. Menanggapi hal itu, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding memastikan pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut untuk mencari solusi penanganan yang tepat.
“Kami akan membentuk tim untuk mempelajari penyakit ini agar dapat ditemukan langkah penanganan yang efektif sehingga tidak merugikan petani,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kadin Parigi Moutong Faradiba Zaenong mengingatkan pentingnya disiplin petani dalam menjaga tingkat kematangan buah sebelum dipanen. Menurutnya, praktik panen dini dapat menurunkan kualitas produk dan berdampak pada reputasi durian Parigi Moutong di pasar ekspor.
Ia juga mendorong pembentukan regulasi dan satuan tugas khusus ekosistem durian guna memberikan kepastian bagi petani, pelaku usaha, dan pengelola rumah kemas dalam mendukung pengembangan ekspor secara berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan petani, Parigi Moutong optimistis mampu mempertahankan akses pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas durian yang menjadi salah satu andalan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....