Banjir Rendam Jalur Trans Sulawesi di Torue, Arus Lalu Lintas Terganggu

  • 27 Mei 2026 06:35 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parimo – Intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan dan permukiman di Kecamatan Torue memicu datangnya banjir luapan yang merendam akses Jalan Trans Sulawesi. Peristiwa tersebut melanda kawasan Dusun VIII Penebel, Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Senin 25 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WITA.

Akibat luapan air setinggi kurang lebih 50 sentimeter tersebut, arus lalu lintas pada jalur utama penghubung Palu–Poso sempat lumpuh total. Kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas akibat derasnya luapan air hingga menggenangi badan jalan.

Banjir terjadi setelah debit air sungai meningkat drastis akibat curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama. Kondisi diperparah dengan banyaknya ranting dan material kayu yang hanyut terbawa arus lalu menyumbat saluran air di sekitar lokasi.

Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dan menyebabkan kemacetan. Hal tersebut disebabkan lokasi ini merupakan akses vital transportasi Trans Sulawesi yang berada di perbatasan Kecamatan Torue dan Kecamatan Balinggi.

Merespons situasi tersebut, personel Polsek Torue bersama personel Polsek Sausu bergerak cepat turun ke lokasi guna melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Petugas juga memberikan imbauan kepada para pengendara, khususnya kendaraan besar roda enam, agar tidak memaksakan diri melintas demi menghindari risiko kecelakaan.

“Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat serta memastikan arus lalu lintas dapat kembali normal secepat mungkin,” ujar Kapolsek Torue IPTU Ramlin dalam keterangannya.

Sekitar pukul 17.50 WITA, kendaraan roda dua dan roda empat mulai dapat melintas secara bergantian menggunakan satu jalur. Debit air juga berangsur surut dan kondisi lalu lintas kembali normal.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil, Kapolsek Torue mengingatkan bahwa kawasan tersebut merupakan titik rawan banjir yang kerap terdampak ketika curah huan tinggi melanda wilayah pegunungan. Olehnya, masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat melintas di jalur tersebut.

“Diperlukan juga penanganan serius dari instansi terkait untuk normalisasi saluran air dan pembersihan material yang berpotensi menyumbat aliran sungai agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....