Kakanwil Kemenag Sulteng Ajak Umat Jaga Persatuan saat Penetapan 1 Zulhijah 1447 H
- 21 Mei 2026 00:00 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, H. Junaidin, mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, perdamaian, dan kekhusyukan dalam beribadah meskipun terdapat perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah.
Hal tersebut disampaikan Junaidin saat memberikan arahan pada kegiatan rukyatul hilal 1 Zulhijah 1447 H yang digelar di Gedung Observasi Hisab Rukyat Kemenag Desa Marana, Kabupaten Donggala, Senin 18 Mei 2026.
“Kita boleh berbeda dalam metode, namun tidak berbeda dalam persaudaraan. Tetap menjaga kedamaian dan persatuan serta kekhusyukan dalam beribadah,” ujar Junaidin.
Kegiatan rukyatul hilal tersebut dilaksanakan Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah bekerja sama dengan BMKG Palu. Meski secara hisab posisi hilal telah memenuhi kriteria imkanur rukyah MABIMS, hilal tidak berhasil terlihat akibat kondisi cuaca berawan tebal di ufuk barat.
Dalam arahannya, Junaidin menegaskan bahwa rukyatul hilal merupakan bagian dari ikhtiar ilmiah, syar’i, dan konstitusional pemerintah dalam menentukan awal bulan hijriah.
“Kegiatan ini penting karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah umat Islam agar berjalan tertib, tepat waktu, dan memiliki legitimasi hukum keagamaan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil hisab dari Lajnah Falakiah Madinatul Ilmi Dolo dan BMKG Palu, posisi hilal di Desa Marana sebenarnya telah memenuhi kriteria imkanur rukyah MABIMS sehingga secara teoritis memungkinkan untuk terlihat.
Menurutnya, hasil hisab menunjukkan tinggi hilal mencapai sekitar 5 derajat dengan elongasi bulan lebih dari 9 derajat atau telah melampaui batas minimal kriteria MABIMS.
“Rukyatul hilal tidak berdiri sendiri, tetapi dipadukan dengan hisab. Dengan tinggi hilal dan elongasi yang telah memenuhi kriteria, potensi hilal terlihat sebenarnya cukup besar,” katanya.
Namun demikian, kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam proses pengamatan hilal. Ketua Tim Binsyar Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulteng, Taufik Abd. Azis, mengatakan awan tebal di ufuk barat menyebabkan hilal tidak dapat diamati.
“Karena kondisi awan tebal di ufuk, potensi hilal tidak bisa terlihat di Desa Marana,” ujarnya.
Kegiatan rukyatul hilal di Desa Marana turut dihadiri Plt. Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulteng, Kankemenag Kabupaten Banggai Kepulauan, BMKG Palu, Lajnah Falakiah Madinatul Ilmi Dolo, jajaran KUA, serta insan media cetak dan elektronik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....