Ditjenpas Sulteng Perkuat SDM, 25 Petugas Ikuti Ukom dan Asesmen Jabatan

  • 20 Mei 2026 15:02 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Sebanyak 25 petugas pemasyarakatan dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Sulawesi Tengah mengikuti uji kompetensi (ukom) dan asesmen jabatan yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Rabu, 20 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pemetaan kompetensi pegawai untuk mendukung penempatan jabatan yang sesuai dengan kapasitas dan kualifikasi masing-masing petugas.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Sekretaris Jenderal dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).

“Hari ini kami melaksanakan asesmen bagi para pegawai dalam rangka pemetaan jabatan. Tujuannya adalah untuk memetakan kemampuan para pegawai, baik dari aspek manajerial, sosial kultural, maupun kompetensi teknis,” kata Bagus di Lapas Kelas IIA Palu.

Menurut dia, hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar bagi Kanwil Ditjenpas Sulteng dalam menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Bagus menjelaskan, pelaksanaan asesmen berlangsung selama satu hari penuh. Pada sesi pagi, peserta mengikuti tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) bekerja sama dengan UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palu.

"Selanjutnya pada sesi siang, peserta menjalani wawancara asesmen untuk menggali kemampuan manajerial, teknis, dan sosial kultural," ujarnya.

Hasil asesmen nantinya, kata dia, akan menjadi bank data kompetensi pegawai yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengisian jabatan di lingkungan pemasyarakatan.

Ia menegaskan, asesmen tersebut bukan untuk menentukan kelulusan peserta, melainkan untuk memetakan kapasitas pegawai sehingga pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Dalam asesmen ini tidak ada istilah lulus atau tidak lulus. Kalau misalnya ada pegawai yang nilai manajerialnya masih kurang, maka kami akan memberikan pelatihan manajerial. Begitu juga jika aspek sosial kultural atau teknisnya masih perlu ditingkatkan, maka akan kami fasilitasi pengembangannya,” ujarnya.

Saat ini, kata Bagus, terdapat lima posisi jabatan eselon V yang masih kosong di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah. Olehnya, asesmen menjadi langkah penting untuk memastikan pengisian jabatan dilakukan secara objektif dan berbasis kompetensi.

“Dengan asesmen ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pegawai memiliki bekal yang cukup untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....