Memaknai Harkitnas, Mahasiswa Diminta Bijak Memanfaatkan Kemajuan Teknologi
- 20 Mei 2026 09:03 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026, Universitas Tadulako, Rabu, 20 Mei 2026 pagi, menggelar upacara bendera yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. A. Rusdin, S.T., M.T., M.Sc. Wakil Rektor Akademik Untad saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan sesuai tema yakni Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara, semua pihak diharapkan dapat saling bersinergi dalam memperkuat rasa persatuan dan nasionalisme untuk kemajuan Indonesia kedepan.
Ditambahkan kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis dimana masyarakat Indonesia dapat tetap menjaga rasa Cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia ditengah berbagai perubahan dan kemajuan yang ada saat ini. Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat.
“Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.” jelasnya.
Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. A. Rusdin, usai memimpin upacara mengatakan untuk lingkup Untad, momen Hari Kebangkitan Nasional saat ini dimaknai dengan semangat untuk memberikan kontribusi positif bagi pembangunan khususnya pembangunan SDM masyarakat. Diakui kemajuan teknologi saat ini menjadi tantangan dalam membentuk generasi muda yang berjiwa nasionalis, khususnya ditengah arus informasi yang semakin bebas. Menyadari hal ini dirinya mendorong mahasiswa untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi yang ada.
“Sekarang ini kan banyak juga yang kita lihat penggunaan AI, ke depan itu kami akan mencoba membuat pedoman penggunaan AI untuk memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya untuk pendidikan itu harus kita sesuaikan sehingga pemanfaatan AI bisa membantu kita untuk meningkatkan kompetensi keahlian. Kemudian kemampuan kita untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih kompleks dan lebih banyak,” ujarnya.

Rusdin menambahkan kita tidak bisa menolak perkembangan teknologi karena tentunya dengan adanya teknologi tentu akan membantu pekerjaan. Hal ini juga dinilai membuat masyarakat bisa mengerjakan hal yang lebih kompleks dan lebih banyak.
Ditegaskan kemajuan dan perubahan yang terjadi secara cepat saat ini bukan suatu hal yang dapat ditolak, tetapi semua pihak dituntut untuk mampu menyesuaikan diri. Meski demikian jelas Wakil Rektor Rusdin, sikap cinta NKRI dan rasa Nasionalis tetap menjadi dasar dalam melakukan dan memanfaatkan setiap kemajuan dan kemudahan di era digital saat ini.

Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....