Investasi Rp30 Triliun, Perusahaan Singapura Bangun Industri Energi di Palu

  • 12 Mei 2026 14:58 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menghadiri penandatanganan nota kesepahaman antara Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu dengan perusahaan Aslan Energy Capital asal Singapura pada Senin, 11 Mei 2026 di Jakarta. Kerja sama strategis tersebut berfokus pada pembangunan terminal energi dan sistem penyimpanan baterai di kawasan industri Kota Palu.

Nilai investasi yang dikucurkan oleh perusahaan energi hijau tersebut mencapai 1,73 miliar USD atau setara dengan Rp30 triliun. Proyek besar ini direncanakan akan dikembangkan secara bertahap dengan memanfaatkan lahan seluas 40 hektare di dalam kawasan KEK Palu.

“Ini menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur KEK Palu, Sony Panukma Widianto.

Masuknya investasi berskala global ini diproyeksikan mampu menyerap sedikitnya 1.300 tenaga kerja lokal secara langsung di lokasi proyek. Selain itu, sekitar 3.000 peluang kerja tidak langsung diperkirakan akan tercipta melalui rantai pasok industri yang terbangun di wilayah sekitar.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menekankan bahwa proyek ini merupakan langkah maju dalam memperkuat ketahanan energi daerah. Transformasi ekonomi hijau di Indonesia Timur kini mendapatkan momentum baru melalui kehadiran teknologi penyimpanan energi modern tersebut.

“Palu memiliki posisi strategis pada jalur perdagangan internasional serta potensi besar industri hijau,” ucap CEO Aslan Energy Capital, Muthu Chezhian.

Pemerintah Kota Palu menyambut baik kolaborasi ini dan berharap dampaknya dapat mempercepat pembangunan infrastruktur ekonomi di Sulawesi Tengah. Kehadiran industri energi baru diharapkan mampu memperkuat daya saing KEK Palu sebagai pusat perdagangan internasional yang kompetitif.

Komitmen investasi ini menjadi bukti kepercayaan pasar global terhadap stabilitas dan potensi pertumbuhan ekonomi di Kota Palu. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta asing diharapkan terus berlanjut guna memastikan keberlanjutan proyek hingga tahap operasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....