Lahan Sagu di Mamboro Palu Terbakar, Hanguskan Satu Unit Rumah Warga
- 08 Mei 2026 16:10 WIB
- Palu
Poin Utama
- Kebakaran lahan pohon sagu terjadi di kawasan Uwe Gusu, Kelurahan Mamboro
- Membakar satu unit rumah semi permanen milik warga
- Kamis, 7 Mei 2026, sekitar pukul 14.00 WITA
- Api pertama kali diketahui seorang warga bernama Jeddah, nelayan asal Huntap Mandiri Mamboro
- Dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.25 WITA
- Masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat cuaca panas dan angin kencang
RRI.CO.ID, Palu - Kebakaran lahan pohon sagu terjadi di kawasan Uwe Gusu, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Kamis, 7 Mei 2026, sekitar pukul 14.00 WITA. Kobaran api yang cepat membesar akibat cuaca terik dan tiupan angin kencang, merembet hingga membakar satu unit rumah semi permanen milik warga.
Rumah yang terbakar diketahui milik seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Uwe Gusu, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara.
Kapolsek Tawaeli, IPTU Zulham Abdillah, mengatakan api pertama kali diketahui seorang warga bernama Jeddah, nelayan asal Huntap Mandiri Mamboro. Saat itu, saksi melihat asap putih mengepul dari arah lahan sagu sekitar 60 meter dari permukiman warga.
“Berdasarkan keterangan saksi, api dengan cepat membesar akibat angin kencang dan merembet hingga membakar rumah semi permanen milik warga,” ujar Zulham mewakili Kapolresta Palu, Kombes Pol. Hari Rosena,
Warga sekitar bersama penghuni Huntap Mandiri sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya. Termasuk, menebang pohon pisang di sekitar lokasi guna mencegah api semakin meluas.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dari UPTD Damkar Kecamatan Tawaeli, kemudian tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.25 WITA. Lalu, disusul tiga unit Damkar Kota Palu dan satu unit Damkar Provinsi Sulawesi Tengah.
Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas sekitar pukul 16.35 Wita. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Zulham pun mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena berisiko memicu kebakaran yang dapat meluas hingga ke kawasan permukiman.
“Masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat cuaca panas dan angin kencang, karena sangat berbahaya,” kata Zulham.
Berdasarkan informasi, api diduga berasal dari pembakaran rumput kering di area kebun yang berada di sebelah utara hutan sagu. Pihak kepolisian pun masih melakukan pendalaman terkait dugaan tersebut. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....