Wabup Poso Dorong Penguatan Ekosistem Kakao di FGD Regional Sulawesi

  • 05 Mei 2026 19:22 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Poso - Wakil Bupati Poso, Soeharto Kandar, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Kakao Wilayah Sulawesi yang digelar di Makassar, Selasa, 5 Mei 2026.

FGD bertema “Pacu Akselerasi Akses Keuangan, Ekonomi Daerah Meningkat” ini bertujuan menggali potensi sekaligus merumuskan solusi atas berbagai tantangan pengembangan kakao sebagai komoditas unggulan di Sulawesi.

Kegiatan dibuka oleh Arif Machfoed dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, pemerintah daerah se-Sulawesi, OJK, pelaku industri jasa keuangan, hingga akademisi.

Dalam pemaparannya, Arif menegaskan bahwa kakao merupakan komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, sektor ini masih menghadapi tantangan seperti produktivitas yang belum optimal, keterbatasan peremajaan tanaman, serta rendahnya nilai tambah akibat dominasi ekspor bahan mentah.

Sulawesi sendiri diketahui menyumbang sekitar 60 persen produksi kakao nasional, dengan wilayah utama meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Pengembangan ke depan diarahkan pada peningkatan produktivitas, hilirisasi industri, serta penguatan rantai nilai.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Soeharto Kandar menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Poso dalam mendorong pengembangan kakao sebagai sektor strategis daerah.

“Pengembangan kakao di Kabupaten Poso tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga kualitas, nilai tambah, serta kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk penguatan akses pembiayaan, pendampingan teknis, serta hilirisasi agar kakao Poso mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

“Kami berharap forum ini melahirkan langkah konkret yang mampu menjawab tantangan di lapangan, sekaligus membuka peluang investasi dan akses pasar yang lebih luas bagi petani kakao,” tambahnya.

FGD ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat posisi kakao sebagai pilar utama ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan di wilayah Sulawesi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....