Cegah Kasus Plagiarisme, Untad Perketat Pengujian Karya Ilmiah Dosen

  • 04 Mei 2026 12:08 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Ditengah tuntutan pemerintah Pusat terkait dengan peran Perguruan Tinggi dapat lebih berdampak terhadap percepatan pembangunan melalui berbagai inovasi dan penelitian dari dunia Kampus, Universitas Tadulako terus mendorong seluruh tenaga pendidik untuk menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng, M.Si., Senin, 04 Mei 2026, mengatakan karya ilmiah dan penelitian yang dilakukan kampus lebih mengedepankan kebutuhan masyarakat, dimana seluruh hasil penelitian tersebut dipastikan benar-benar hasil dosen Untad bukan hasil plagiat dari milik orang lain.

Diakui selama 3 tahun terakhir ini pihaknya telah memperketat pengawasan terhadap seluruh karya ilmiah dan hasil penelitian setiap dosen sebelum dipublikasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa apa yang dihasilkan murni merupakan karya dosen Untad.

“kita sudah mengembangkan dengan berbagai metode dan juga tentunya dengan perangkat-perangkat untuk mendeteksi adanya plagiarism. Baik itu menggunakan aplikasi-aplikasi tertentu untuk mencegah terjadinya plagiasi tersebut. Ada plagiasi tentang plagiarism, ada juga tentang menghindari adanya ee sistem citasi. Ini selalu dikontrol melalui salah satu lembaga kita ya, lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat. Di situ ada unit tertentu yang melaksanakan hal-hal tersebut,” jelasnya.

Sementara terkait dengan adanya isu plagiarism di lingkup Untad, Rektor Untad Amar menegaskan tidak benar, mengingat pihak Kementerian Pendidikan, Tinggi , Sains dan Teknologi RI telah melakukan penghentian pemeriksaan karena tidak adanya bukti tindakan plagiat terhadap tulisan dan penelitian di Untad. Sehingga isu yang berkembang ditengah masyarakat adanya guru besar dicabut karena aksi plagiat dipastikan tidak benar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....