Hardiknas 2026, Puluhan Siswa SDN 25 Banawa Terbitkan Buku Karya Tulisan Sendiri
- 02 Mei 2026 22:10 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Donggala – Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat Kabupaten Donggala yang digelar di Desa Sioyong, Kecamatan Dampelas, Sabtu, 2 Mei 2026, menjadi saksi lahirnya sejarah baru bagi dunia literasi sekolah dasar.
Dalam momen tersebut, SDN 25 Banawa secara resmi memperkenalkan karya literasi nyata berupa buku hasil tulisan siswa mereka sendiri. Kepala SDN 25 Banawa, Nirmawati bersama guru pembina literasi, Safrudin, menyerahkan langsung buku tersebut kepada jajaran pimpinan daerah.
Buku yang merupakan buah karya anak didik mereka diterima dengan hangat oleh Bupati Donggala Vera Elena Laruni, Ketua DPRD Donggala Yasin Lataka, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi.
Buku berjudul "Jejak Kasih Ayah dan Ibu" ini merupakan kumpulan narasi menyentuh yang ditulis oleh 35 siswa-siswi kelas 5. Karya ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan hasil dari proses pembimbingan intensif dalam program menulis cerita yang dijalankan di SDN 25 Banawa.
Safrudin menjelaskan bahwa lahirnya buku ini adalah buah dari visi sekolah yang ingin menghidupkan semangat literasi secara konkret. Dukungan penuh dari Kepala Sekolah menjadi kunci utama yang mengarahkan agar literasi tidak berhenti di tingkat teori saja.
"Kehadiran buku ini berkat dukungan Kepala Sekolah yang mengarahkan agar dilakukan program peningkatan literasi bagi para siswa. Salah satu langkah nyata yang kami ambil ialah dengan melakukan pembimbingan menulis cerita," ujar Safrudin di sela-sela kegiatan upacara.
Bagi Safrudin, mengajarkan literasi kepada anak-anak tidak boleh hanya sebatas mengajak mereka membaca buku. Lebih dari itu, anak-anak harus diberi ruang untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka dalam bentuk karya yang bisa dinikmati orang lain.
"Kami ingin membiasakan para siswa dengan aktivitas-aktivitas literasi secara nyata. Mereka tidak hanya kami ajak membaca, tapi kami mengajak mereka untuk membuat karya secara langsung. Melalui buku ini, mereka belajar bahwa suara dan cerita mereka punya nilai," kata dia.
Menanggapi capaian tersebut, Kepala Disdikpora Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, mengapresiasi inisiatif SDN 25 Banawa dalam mendorong budaya literasi sejak dini. Bagi dia, langkah tersebut menjadi contoh nyata bahwa penguatan literasi di sekolah dapat diwujudkan melalui karya nyata siswa.
“Ini menjadi bukti bahwa anak-anak kita memiliki potensi besar jika diarahkan dengan baik. Literasi tidak hanya soal membaca, tetapi juga bagaimana siswa mampu menuangkan ide, gagasan, dan perasaan mereka dalam bentuk tulisan,” ujar Ansyar.
Ansyar berharap, program serupa dapat direplikasi di sekolah lain di Kabupaten Donggala, sehingga gerakan literasi tidak hanya menjadi program formal, tetapi benar-benar hidup dalam aktivitas belajar siswa sehari-hari.
"Disdikpora akan terus mendorong dan memfasilitasi sekolah dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis literasi," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....