Peringati May Day, Wali Kota Palu Gagas Pekan Olahraga Khusus Buruh
- 02 Mei 2026 15:35 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, secara resmi membuka kegiatan talkshow dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) Kota Palu Tahun 2026, pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan yang digelar di salah satu kafe di Kota Palu tersebut diikuti oleh sejumlah serikat buruh yang ada di Kota Palu, serta menghadirkan narasumber dari berbagai instansi terkait.
Talkshow ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah, pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya. Wali Kota Palu itu menyampaikan apresiasi atas pendekatan yang dilakukan dalam peringatan May Day tahun ini yang dinilai berbeda, yakni lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan.
“Terima kasih karena kita melakukan pendekatan yang berbeda, pendekatan yang begitu persuasif, kekeluargaan yang dibangun hari ini. Mudah-mudahan ini tidak mengurangi semangat kita untuk terus memperbaiki dan memberikan perhatian yang baik kepada keluarga buruh,” ujar Hadianto.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini Pemerintah Kota Palu belum optimal dalam memberikan pendampingan kepada para buruh. Oleh karena itu, dirinya berharap lembaga kerja sama yang telah terbentuk dapat lebih mengoptimalkan perannya.
“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kalau kami kurang optimal dalam memberikan pendampingan. Olehnya, saya berharap dengan lembaga kerja sama yang ada, bisa terus aktif memberikan masukan-masukan yang bermanfaat kepada pemerintah demi kemaslahatan para buruh,” ucap Wali Kota.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat menarik dan perlu terus dikembangkan ke depan. Ia bahkan menggagas ide untuk menggelar kegiatan yang lebih luas seperti pekan olahraga khusus buruh yang dirangkaikan dengan workshop peningkatan kapasitas.
“Harapannya kita bisa berkumpul lebih banyak lagi. Mungkin ke depan kita buat pekan olahraga khusus untuk buruh, sehingga silaturahim semakin baik. Di sana juga bisa diisi dengan workshop penguatan kapasitas, termasuk pemahaman terhadap aturan-aturan ketenagakerjaan,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pelaku usaha dalam forum-forum seperti ini guna memperkuat kolaborasi dan komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
“Kita ingin komunikasi tidak buntu. Saya yakin komunikasi di Kota Palu tidak buntu karena kita membuka ruang seluas-luasnya, bahkan sejak pukul 05.30 pagi di kediaman wali kota, masyarakat bisa menyampaikan keluh kesahnya,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga menyampaikan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai, khususnya terkait peningkatan take home pay, meskipun dihadapkan pada keterbatasan regulasi, di mana belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen dari anggaran. Hadianto turut menegaskan pentingnya peran Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit sebagai wadah komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Ia turut mengungkapkan Pemerintah Kota Palu berencana melakukan pemisahan antara dinas yang menangani UMKM dan ketenagakerjaan. Saat ini menurutnya tengah dalam proses persetujuan dan dalam waktu dekat akan segera direalisasikan untuk memaksimalkan fokus masing-masing bidang tugas OPD.
Kegiatan talkshow ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis di Kota Palu. Selain itu diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan para pekerja secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....