Peringatan Hardiknas Palu 2026, Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

  • 02 Mei 2026 12:18 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 di Kota Palu berlangsung semarak. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu menggelar berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari upacara puncak, jalan sehat, hingga lomba berbasis kearifan lokal seperti pantun daerah, stand up komedi bahasa daerah, dan lagu tradisional. Tak hanya itu, karnaval budaya, diskusi, dan seminar pendidikan turut menjadi bagian dari perayaan tahun ini.

Momentum Hardiknas dimanfaatkan sebagai refleksi capaian sekaligus evaluasi peningkatan kualitas pendidikan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di Kota Palu menunjukkan tren positif. Pada 2023 berada di angka 59 persen, meningkat menjadi 69 persen pada 2024, dan kembali naik menjadi 75,31 persen pada 2025.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, menyampaikan bahwa peningkatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.

“Peningkatan capaian SPM ini tidak terlepas dari kerja sama semua stakeholder pendidikan, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, hingga masyarakat. Kami menyadari bahwa tantangan ke depan bukan hanya pada akses, tetapi juga peningkatan mutu pembelajaran,” ujarnya.

Dalam upaya menekan angka anak putus sekolah, Dinas Pendidikan menggencarkan kolaborasi lintas sektor, melibatkan kelurahan, perangkat daerah, hingga lembaga pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan belajar.

Di sisi lain, transformasi digital juga menjadi fokus utama. Kota Palu kini telah menjalin kerja sama dengan Google for Education, dengan 48 sekolah ditetapkan sebagai sekolah rujukan. Implementasi pembelajaran berbasis digital ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar secara lebih adaptif dan inovatif.

Selain itu, pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP di Kota Palu telah sepenuhnya berbasis online.

Hardi menegaskan, digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Kami terus mendorong guru dan siswa untuk adaptif terhadap teknologi. Pembelajaran digital bukan hanya soal alat, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas berpikir kritis dan kreativitas peserta didik,” tambahnya.

Meski capaian terus meningkat, tantangan pemerataan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah. Pemerintah Kota Palu berkomitmen menjadikan Hardiknas sebagai titik tolak untuk memperkuat sinergi demi menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....