Dinas Perikanan Donggala Salurkan 1,2 Ton Ikan Segar Atasi Stunting

  • 02 Mei 2026 09:06 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala – Dinas Perikanan Kabupaten Donggala menyalurkan bantuan ikan segar dan olahan perikanan kepada masyarakat guna mengatasi stunting dan kemiskinan di daerah ini. Sebanyak 1,2 ton ikan dan 708 paket olahan perikanan diberikan kepada ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Malino dan Desa Lumbulama, Kecamatan Banawa Selatan.

Kepala Dinas Perikanan Donggala Ali Assegaf mengatakan, bantuan tersebut diserahkan kepada keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting dan kemiskinan ekstrem. Menurutnya, program ini menjadi intervensi konvergensi guna meningkatkan asupan protein hewani, khususnya omega-3 yang penting bagi pertumbuhan anak.

“Bantuan ikan dan olahan perikanan seperti abon dan stik ikan telah disalurkan kepada 159 KK di Desa Malino, dan 195 KK di Desa Lumbulama,” kata Ali saat dihubungi di Banawa, Jumat, 1 Mei 2026.

Ali menjelaskan program ini menyasar daerah 3T (terpencil, terluar, dan terdalam) di wilayah Kabupaten Donggala. Terlebih daerah dengan tingkat konsumsi ikan yang masih rendah akibat kondisi geografis desa yang berada di dataran tinggi.

Ali mengakui, distribusi bantuan ke wilayah tersebut tidak mudah karena medan yang cukup menantang, khususnya menuju Desa Lumbulama. Namun, hal itu, katanya, tidak menjadi penghalang bagi pihaknya dalam memastikan pelayanan tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga berisiko stunting dan miskin ekstrem di wilayah terpencil," ujarnya.

Adapun data penerima bantuan, lanjut Ali, mengacu pada basis data kemiskinan desil 1 dan 2 yang bersumber dari Bappeda Kabupaten Donggala, serta dipadukan dengan data keluarga berisiko stunting. Pendekatan ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Melalui intervensi tersebut, pemerintah daerah menargetkan penurunan angka keluarga berisiko stunting secara bertahap, sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan konsumsi ikan masyarakat hingga mencapai target indikator kinerja daerah.

"Bantuan ini kita harapakan dapat menurunkan angka stunting daerah hingga 15,5 persen, angka kemiskinan turun 10,3 persen, juga dengan konsumsi ikan perkapita pertahun mencapai target sesuai indikator kinerja sebesar 61.62 kilogram di 2026," tutur Ali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....