Wagub Sulteng Buka Rakor TPH 2026, Resmikan Wisma Tani dan Aplikasi SI Giling

  • 01 Mei 2026 14:13 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Renny A. Lamajiddo, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas TPH Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peresmian Wisma Tani serta peluncuran aplikasi SI Giling sebagai bagian dari penguatan digitalisasi sektor pertanian.

Rakor yang berlangsung secara hybrid tersebut dihadiri sekitar 150 peserta, terdiri dari perangkat daerah lingkup Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pertanian kabupaten/kota, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, BMKG, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa rakor ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sektor tanaman pangan dan hortikultura sebagai penopang utama perekonomian daerah sekaligus menjaga ketahanan pangan.

“Rapat koordinasi ini memiliki makna yang sangat strategis dalam upaya memperkuat sektor pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura sebagai salah satu pilar perekonomian daerah,” ujar Renny.

Ia menjelaskan, tema penguatan ketahanan pangan melalui inovasi menjadi refleksi penting dalam menghadapi tantangan pembangunan, sekaligus mendorong transformasi sektor pertanian berbasis teknologi dan data.

Peluncuran aplikasi SI Giling (Sistem Informasi Gilingan Padi Terintegrasi) disebut sebagai langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan sistem pertanian modern. Aplikasi ini menyediakan data terintegrasi terkait penggilingan padi, harga gabah dan beras, hingga informasi stok pangan secara real time guna mendukung pengambilan kebijakan yang lebih akurat.

Selain itu, Wisma Tani dihadirkan sebagai fasilitas pendukung bagi pelaku sektor pertanian yang berkunjung ke Kota Palu, sekaligus menjadi salah satu upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya penyediaan data yang valid dan sinergi antar daerah dalam mendukung keberhasilan program pembangunan pertanian.

“Kalau data kuat, maka kebijakan kita akan tepat sasaran,” tegasnya.

Sekretaris Dinas TPH Sulawesi Tengah dalam laporannya menyampaikan bahwa rakor ini bertujuan menyelaraskan program pembangunan pertanian dengan arah kebijakan daerah, meningkatkan produktivitas, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Melalui rakor ini, pemerintah berharap terbangun sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan serta mendorong sektor pertanian Sulawesi Tengah menjadi lebih modern, produktif, dan berkelanjutan, sejalan dengan program prioritas daerah Berani Makmur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....