Kadisdikpora Donggala Bantah Atur Pembelian Proyek Revitalisasi Sekolah

  • 29 Apr 2026 17:03 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, membantah kabar yang menyebut dirinya mengatur pembelian barang proyek dalam program revitalisasi sekolah tahun 2026. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan mengarah pada fitnah.

Sebelumnya, beredar isu bahwa Ansyar melalui perencana atau konsultan mengintimidasi kepala sekolah penerima program agar membeli barang di tempat tertentu yang telah ditentukan.

"Kapan saya pernah mengintimidasi kepala sekolah lewat perencana? Silahkan kepala sekolah yang katanya diintimidasi oleh perencana laporkan segera ke saya, biar saya langsung tegur. Fitnah ini, pengerjaannya saja belum mulai, apa yang mau di atur," kata Ansyar saat dikonfirmasi RRI di kantornya, Rabu, 29 April 2026.

Dia menjelaskan, para konsultan dan kepala sekolah hanya diarahkan untuk memilih barang dengan kualitas terbaik tanpa ada kewajiban membeli di lokasi tertentu. Hal tersebut, menurutnya, dilakukan agar program revitalisasi dapat berjalan optimal.

Selain itu, Ansyar juga menepis tudingan terkait penunjukan konsultan yang disebut tidak berkompeten. Ia menegaskan seluruh konsultan yang terlibat telah sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, termasuk SR yang merupakan adik iparnya dan ditunjuk sebagai koordinator konsultan.

“Saya tunjuk dia karena dia memang arsitek, konsultan. Dan saya tugaskan di tempat yang jauh di Kecamatan Sojol. Supaya apa? biar lebih mudah saya berkomunikasi dan dia mau juga ke sana,” ujarnya.

Menurutnya, praktik pengaturan pembelian barang tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga bertentangan dengan visinya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pembangunan sarana sekolah yang layak, terlebih di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Kita kesulitan dengan anggaran kita. Mumpung ada dana revit ini, ayo kita berbuat terbaik. Dan Ini swakelola, tidak ada pihak ketiga di dalamnya. Dan kami dinas melakukan tugas kami untuk memastikan agar program itu berjalan dengan baik,” ucap dia.

Ia menambahkan, saat ini terdapat 52 sekolah tingkat SD dan SMP yang telah terdata dalam program revitalisasi tersebut. Jumlah itu masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan di lapangan. Sementara total anggaran untuk seluruh sekolah penerima program disebut telah mencapai sekitar Rp70 miliar.

Meski demikian, Ansyar menduga isu yang beredar tidak terlepas dari pihak-pihak tertentu yang ingin menjatuhkan dirinya. Ia pun mengimbau seluruh kepala sekolah untuk segera melapor jika menemukan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk melakukan pungutan.

“Kalau ada perencana, ada siapapun yang mau mengatasnamakan kami ya, khususnya meminta sesuatu silahkan lapor langsung ke saya,” kata Ansyar menegaskan.

Diketahui, revitalisasi sekolah merupakan program strategis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang berkualitas melalui rehabilitasi, pembangunan, dan penyediaan sarana dan prasarana satuan pendidikan.

Program ini bakal menggunakan anggaran mencapai Rp14 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....