Polres Donggala Siagakan Personel Hadapi Karhutla

  • 29 Apr 2026 11:42 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala – Kepolisian Resor (Polres) Donggala meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Wakil Kepala Polres Donggala Kompol Sulardi mengatakan seluruh personel, baik di tingkat polres maupun polsek, perlu memahami penanganan karhutla melalui pelatihan yang terstruktur.

“Dalam pelatihan penanganan karhutla ini, seluruh personel wajib mengetahui taktik pemadaman api, seperti penggunaan teknik drip torch, pembuatan sekat bakar, serta pengoperasian mesin pompa air (fire pump),” kata Sulardi di Banawa, Selasa, 28 April 2026.

Dia menjelaskan, selain teknik pemadaman, personel juga dibekali kemampuan pencegahan dan mitigasi, termasuk peningkatan kapasitas masyarakat dan karyawan dalam mengenali potensi risiko kebakaran.

“Anggota juga diajarkan teknik evakuasi mandiri guna menjamin keselamatan saat menghadapi situasi darurat di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, penguasaan penggunaan peralatan pemadam seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hydrant, hingga perlengkapan khusus lainnya menjadi hal wajib bagi setiap personel dalam penanganan karhutla di Donggala.

Sulardi menambahkan, upaya penanggulangan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas sektor, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pihak perusahaan, serta masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dengan segera melaporkan apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.

“Tentunya perlu partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi karhutla. Segera laporkan jika terjadi kebakaran agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut simulasi penanganan karhutla yang dilakukan di Donggala diharapkan mampu meminimalkan dampak kebakaran, baik terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 berpotensi lebih kering dibandingkan rata-rata dalam 30 tahun terakhir, yang diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....