Pangdam 23 PW Letakkan Batu Pertama Brigif TP 30/KN dan Yonif TP 873/MM di Sigi
- 25 Apr 2026 14:21 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Sigi - Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar, memimpin prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan markas Yonif TP 873/MM dan Brigif TP 30/KN di Kabupaten Sigi, Kamis, 23 April 2026. Pembangunan dua satuan baru ini merupakan bagian dari kebijakan strategis TNI Angkatan Darat dalam memperkuat postur pertahanan negara di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Kodam XXIII/PW, Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae, serta sejumlah mitra kerja pelaksana pembangunan. Kehadiran markas komando dan batalyon di wilayah Sigi ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan operasional prajurit dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang.
“Pelaksanaan groundbreaking ini memiliki makna strategis dalam upaya penguatan postur pertahanan negara, khususnya di wilayah Kodam XXIII/PW,” ujar Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar, Kamis siang.
Pangdam menegaskan bahwa kehadiran satuan militer di lokasi tersebut tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan semata, tetapi juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas pembangunan dan keberadaan personel nantinya diharapkan dapat membuka lapangan kerja serta mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Sigi.
Pihak mitra kerja melaporkan bahwa saat ini progres pembangunan fisik markas tersebut masih berada di bawah angka sepuluh persen. Meskipun demikian, seluruh tim teknis berkomitmen untuk bekerja secara maksimal dan profesional guna mengejar target penyelesaian tahap awal pada bulan Agustus mendatang.
Setelah prosesi peletakan batu pertama secara simbolis, Pangdam bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke titik-titik lokasi pembangunan infrastruktur utama. Pembangunan ini menjadi prioritas utama Kodam XXIII/PW untuk memastikan satuan baru tersebut dapat segera beroperasi secara optimal dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat dinilai menjadi faktor penting dalam kelancaran pembangunan fasilitas militer di wilayah tersebut. Sinergi antara TNI dan pemerintah kabupaten diharapkan terus terjalin demi menciptakan stabilitas keamanan yang mendukung iklim investasi dan pembangunan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....