Disnakertrans Sulteng Dorong Pelatihan Vokasi Lebih Adaptif dan Tepat guna

  • 24 Apr 2026 11:54 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tengah, Dony Kurnia Budjang, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pelatihan vokasi guna meningkatkan daya saing tenaga kerja daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pengukuhan pengurus Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Provinsi Sulawesi Tengah yang melibatkan unsur pemerintah daerah, Kementerian Ketenagakerjaan, serta pihak industri. Menurutnya, forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan pasar.

Dony menjelaskan, salah satu fokus Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat ini adalah program “Berani Cerdas” yang tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan formal, tetapi juga penguatan pelatihan keterampilan bagi masyarakat, khususnya lulusan SMA dan SMK yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

Ia mengungkapkan, selama ini pelatihan yang dilaksanakan masih cenderung bersifat “supply driven training” atau berdasarkan ketersediaan program, bukan kebutuhan industri. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan dunia usaha.

“Ke depan, pelatihan harus berbasis kebutuhan industri atau demand driven training. Kurikulum pelatihan perlu disusun bersama dunia usaha agar lulusan pelatihan benar-benar siap kerja,” ujarnya pada Rabu, 22 April 2026.

Selain itu, Dony juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan job fair yang dinilai belum efektif dalam menyerap tenaga kerja. Ia mendorong agar proses rekrutmen oleh perusahaan dapat dipercepat serta lebih responsif terhadap kebutuhan pencari kerja.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga tengah mendorong pengembangan pelatihan di sektor-sektor strategis, seperti operator alat berat yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan kebutuhan besar di kawasan industri. Ia berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja lokal.

Melalui forum komunikasi ini, Dony berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan dunia industri dalam merancang program pelatihan yang tepat sasaran, sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka pengangguran di Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....