Sidang GBI Sulteng Dorong Peran Gereja Perkuat Harmoni dan Pembangunan Daerah
- 23 Apr 2026 11:42 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Sidang Majelis Daerah Khusus (SMDK) Gereja Bethel Indonesia (GBI) se-Sulawesi Tengah berlangsung di Gedung Gereja GBI Bethany Parigi, Rabu, 22 April 2026 dan dihadiri unsur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, tokoh agama, serta peserta sidang dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Epi Satriani, menyampaikan bahwa sidang majelis daerah khusus bukan sekadar agenda internal organisasi gereja, tetapi juga ruang penting untuk memperkuat persaudaraan dan merumuskan arah pelayanan yang berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, lembaga keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan, memperkokoh nilai moral, serta menanamkan semangat toleransi, kebersamaan, dan gotong royong di tengah keberagaman.
“Pemerintah daerah meyakini bahwa gereja sebagai mitra memiliki kontribusi besar dalam membina umat serta menjaga nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan harus terus diperkuat demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis,” ungkapnya.
Bupati juga menegaskan bahwa Kabupaten Parigi Moutong sebagai daerah yang majemuk membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja, untuk menjadi penggerak persatuan dan penyejuk di tengah dinamika sosial.
Ia berharap melalui sidang tersebut lahir keputusan yang bijaksana, kepemimpinan yang kuat, serta program pelayanan yang mampu memberi manfaat nyata bagi umat dan masyarakat luas.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Adiman, menekankan pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Menurutnya, Sidang Majelis Daerah Khusus GBI merupakan ruang strategis untuk memperteguh nilai iman, memperkuat kebersamaan, serta merumuskan arah pelayanan gereja yang berdampak luas.
“Semangat harmoni merupakan komitmen bersama dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Gereja diharapkan terus menjadi pelopor kasih, penjaga kedamaian, dan penguat harmoni sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Sulawesi Tengah sebagai daerah yang damai, rukun, dan penuh keberkahan dengan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam mendukung pembangunan.
Melalui pelaksanaan sidang ini, diharapkan kemitraan antara gereja dan pemerintah semakin kuat, sekaligus melahirkan gagasan dan langkah strategis dalam memperkuat nilai kemanusiaan, menjaga stabilitas sosial, serta mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....