BMKG Mutiara Sis Al-Jufri Palu Gelar Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan

  • 22 Apr 2026 18:42 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kegiatan Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan (SLMP), yang digelar oleh Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu dinilai sejalan dengan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk itu, diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan kapabilitas dan pengetahuan di bidang meteorologi penerbangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Tiga Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Raaf Malik, saat membaca sambutan Gubernur Sulteng dalam pembukaan kegiatan Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan (SLMP) di Hotel Grand Syah, Rabu 22 April 2026. Ia menyebut, SLMP relevan dengan program Berani Lancar yang digagas oleh pemerintah provinsi.

"Program ini berfokus pada peningkatan konektivitas, kelancaran transportasi, serta integrasi sistem layanan yang aman, efisien baik di darat, di laut, maupun di udara," ucap Abdul Raaf Malik.

Ia menambahkan, pengembangan kompetensi di bidang meteorologi penerbangan akan berdampak lansung terhadap kelancaran arus transportasi udara. Selain itu, pengautan literasi informasi cuaca juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan penerbangan di daerah ini.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sebut Abdul, turut mendorong lahirnya kolaborasi lintas sektor yang responsif dan profesional dalam mengantisipasi dinamika atmosfer. Pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan BMKG dan lembaga organisasi profesi lainnya untuk memperkuat keamanan transportasi udara.

"Kami berharap dapat menjadi mitra pemerintah yang aktif, inovatif dan adaptif dalam menghadirkan solusi transportasi udara yang terjangkau, berkualitas serta berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu Taufiq Hidayah, dalam laporannya menyebut, tantangan yang dihadapi dalam operasional transportasi udara semakin kompleks seiring meningkatknya aktivitas penerbangan. Untuk itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberi dampak nyata dalam meningkatkan keamanan penerbangan.

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremoni, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi seluruh peserta serta dalam meningkatkan keselamatan penerbangan di Sulawesi Tengah," kata Taufiq.

Selama pelatihan, para peserta yang berasal dari berbagai intstansi terkait ini akan menerima pembekalan teori dan praktik lapangan guna meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai dinamika kondisi cuaca. Kegiatan SPML akan berlangsung selama tiga hari, 22-24 April 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....