Pemprov Sulteng Tekankan Keamanan Transportasi Udara Melalui SLMP

  • 22 Apr 2026 18:38 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengapresiasi terselenggaranya Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan (SLMP), yang digelar oleh Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Rabu 22 April 2026. Kegiatan ini dinilai menjadi bentuk kontribusi aktif dalam pembangunan daerah, khususnya sektor transportasi dan keberlanjutan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Raaf Malik, saat membaca sambutan Gubernur Sulteng dalam pembukaan kegiatan tersebut. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah provinsi unutk membanggun kolaborasi lintas sekotr dalam mengantisipasi dinamika atmosfer.

"Kami berharap dapat menjadi mitra pemerintah yang aktif, inovatif dan adaptif dalam menghadirkan solusi transportasi udara yang terjangkau, berkualitas serta berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia," ucap Abdul Raaf Malik.

Lebih lanjut, ia menegaskan kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap operasional penerbangan. Untuk itu, melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan kapasaitas dan pemahaman terhadap meteorologi penerbangan dalam menjamin keamanan transportasi udara.

"Diperlukan sumber daya manusia yang andal, responsif dan profesional dalam membaca serta mengantisipasi dinamika musim," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG, Achadi Subarkah Raharjo, menekankan peran vital transportasi udara , khususnya di Indonesia sebagai negara kepulauan. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat efektivitas layanan cuaca penerbangan.

"Indonesia mempunyai potensi dampak cuaca yang cukup besar, sehingga melalui kegiatan ini kita mau mensinkronisasi seluruh layanan informasi yang ada di meteorologi juga dengan beberapa stakeholder lainnya," ujarnya.

Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 22 - 24 April 2026 di Hotel Grand Syah, yang diikuti oleh 25 peserta dari berbagai instansi terkait. Selama pelatihan, para peserta akan menerima pembekalan teori dan praktik lapangan guna meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai dinamika kondisi cuaca.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....