Kabupaten Parigi Moutong Pacu Infrastruktur Air dan Adaptasi Pertanian
- 22 Apr 2026 12:09 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, bergerak cepat mengantisipasi potensi kemarau ekstrem 2026 dengan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin, 20 April 2026.
Dalam forum tersebut, pemerintah pusat memprediksi curah hujan tahun 2026 berada di bawah normal, sehingga diperlukan langkah terpadu untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Empat strategi utama disiapkan, meliputi optimalisasi irigasi, percepatan pompanisasi, penggunaan varietas benih tahan kekeringan, serta penyesuaian pola tanam berbasis kondisi iklim.
Bupati Erwin menegaskan kehadirannya bertujuan menyelaraskan kebijakan daerah dengan pusat agar intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran bagi petani.
“Fokus kami adalah memastikan ketersediaan air tetap terjaga. Kami ingin infrastruktur dan teknologi adaptif segera dirasakan petani di lapangan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah mengusulkan sejumlah program strategis sejak 15 April 2026 untuk memperkuat sektor pertanian.
Program tersebut mencakup optimalisasi lahan seluas 944,77 hektare, rehabilitasi sawah 500 hektare, perbaikan 1.635 unit jaringan irigasi tersier, pembangunan 100 unit jalan usaha tani, 100 unit pintu air, serta 40 unit irigasi perpipaan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah taktis dengan memetakan wilayah rawan kekeringan, mempercepat perbaikan jaringan irigasi, serta menggerakkan penyuluh pertanian untuk mendampingi petani menyesuaikan pola tanam.
Upaya ini dinilai penting mengingat Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu daerah penopang produksi pangan di Sulawesi Tengah.
Dengan langkah antisipatif tersebut, risiko gagal panen akibat perubahan iklim diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Pemerintah daerah optimistis kolaborasi dengan pemerintah pusat akan menjaga produktivitas pertanian sekaligus melindungi kesejahteraan petani di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....