Kunjungi SRMP 22 Sigi, Mensos Pastikan Laptop Digunakan dalam Pembelajaran

  • 21 Apr 2026 15:32 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Sigi - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau sering disapa Gus Ipul, Senin, 20 April 2026 berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi, Sulawesi Tengah untuk memastikan penggunaan laptop di Sekolah Rakyat digunakan untuk kebutuhan pembelajaran siswa.

“Alhamdulillah kita lihat semua perangkat sudah terkirim, sudah bisa dimanfaatkan. Mulai dari laptop, sama peralatan-peralatan lain yang diperlukan untuk pembelajaran,” kata Gus Ipul yang juga didampingi Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae.

Kehadiran Gus Ipul ke SRMP 22 Sigi, disambut oleh penampilan tari tradisional dari siswa. Setelah itu, Gus Ipul meninjau proses pembelajaran di kelas, dimana siswa begitu antusias belajar menggunakan laptop, dibimbing oleh guru yang penuh ketulusan. Gus Ipul mengaku senang karena di SRMP 22 Sigi telah menerapkan pembatasan penggunaan handphone untuk siswa, sehingga anak-anak bisa membaca buku di taman atau di perpustakaan saat mereka punya waktu luang.

““Jadi kita berharap ya proses pembelajarannya bisa sesuai harapan, dan anak-anak semakin memiliki minat untuk mengikuti proses belajar-mengajar tersebut. Saya juga berterima kasih kepada kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan lain, wali asrama, wali asuh yang telah membimbing, mendampingi siswa-siswa sekolah rakyat di sini,” katanya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan pihaknya juga terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sigi terkait pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sigi.

“Kemarin kita melakukan percepatan-percepatan, nah mudah-mudahan di tahun ini pula nanti pembangunannya bisa dimulai untuk di Kabupaten Sigi, sehingga anak-anak ini nanti bisa beralih ke gedung permanen, dan yang kedua kita juga bisa menerima siswa baru,” ungkapnya.

Ditambahkan Sekolah rakyat hadir untuk memberikan kesempatan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu agar anaknya memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas.

“Per hari ini memang masih cukup banyak ya dari data BPS yang kita baca, anak usia sekolah yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah,” tuturnya

Dirinya berharap sesuai dengan himbauan Presiden RI Prabowo Subianto terkait dengan pendidikan, semua pihak baik jajaran pemerintah pusat maupun daerah diharapkan melihat keluarga-keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan atau invisible people, agar anak-anaknya kelak bisa berkontribusi untuk Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....