Pemkab Parigi Moutong Dorong KKN Untad Jadi Penggerak Pembangunan Desa

  • 19 Apr 2026 22:50 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mendorong sinergi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tadulako sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan desa yang berkelanjutan.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi KKN Angkatan 115 Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Kantor Camat Kasimbar, Sabtu, 18 April 2026.

Apresiasi pemerintah daerah terhadap pelaksanaan KKN disampaikan melalui sambutan Bupati Parigi Moutong yang dibacakan Wakil Bupati Abdul Sahid. Ia menilai kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong inovasi dan pemberdayaan.

“Mahasiswa KKN tidak hanya hadir membawa teori, tetapi juga menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat melalui inovasi dan pemberdayaan,” ujarnya.

Menurutnya, tema KKN yang mengangkat ketahanan pangan, literasi digital berbasis potensi lokal, serta konsep eco kampus dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan desa saat ini.

Ia menambahkan, monitoring dan evaluasi menjadi langkah penting untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan digitalisasi desa.

Pemkab Parigi Moutong juga terus mendorong percepatan pembangunan melalui Program Gerbang Desa sebagai upaya mewujudkan desa yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kasimbar memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Mahasiswa diharapkan mampu mendorong inovasi, termasuk pengembangan UMKM dan pemasaran digital produk lokal,” jelasnya.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu mengimplementasikan konsep eco kampus melalui aksi nyata seperti pengelolaan sampah, penghijauan, dan edukasi pola hidup bersih dan sehat di masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menegaskan bahwa kegiatan KKN merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Mahasiswa belajar langsung di lapangan, mulai dari beradaptasi dengan masyarakat hingga memahami nilai sosial dan budaya. Ini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter dan kesiapan menghadapi dunia kerja,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kuat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan di Kabupaten Parigi Moutong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....