Kerusakan Alam Lore Lindu Ancam Keselamatan Wilayah Hilir
- 18 Apr 2026 17:51 WIB
- Palu
RRI.CO.ID,Palu - Kerusakan lingkungan dan situs budaya di kawasan Lore Lindu, Sulawesi Tengah, mulai memunculkan kekhawatiran akan potensi bencana alam yang lebih besar. Aktivitas penggalian dan penebangan hutan yang tidak terkendali dinilai dapat memicu longsor yang berdampak pada wilayah pemukiman.
Kawasan Lore Lindu yang selama ini dikenal sebagai daerah penyangga ekosistem dan penyimpan warisan budaya kini menghadapi tekanan serius. Tidak hanya mengancam kelestarian alam, kerusakan tersebut juga berpotensi membahayakan wilayah hilir seperti Kota Palu.
Budayawan Sulawesi Tengah, Yonatan Tokii, mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari ancaman terhadap situs budaya yang ada di sekitarnya. Ia menilai bahwa keseimbangan antara alam dan budaya merupakan satu kesatuan yang harus dijaga bersama.
“Kalau lingkungan rusak, maka situs budaya juga ikut terancam. Ini bukan hanya soal kehilangan sejarah, tetapi juga ancaman nyata terhadap keselamatan masyarakat,"ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan Danau Lindu sebagai bagian dari ekosistem yang memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, kerusakan di wilayah hulu akan memberikan dampak berantai hingga ke daerah hilir.
“Jika kawasan seperti Danau Lindu tidak dijaga, maka dampaknya bisa sampai ke Palu. Risiko longsor dan bencana lainnya bisa terjadi karena alam sudah tidak seimbang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yonatan Tokii menekankan bahwa upaya pelestarian tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat untuk menjaga kawasan tersebut secara berkelanjutan.
Ia juga berharap adanya keterlibatan lembaga keagamaan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga alam dan warisan budaya. Pendekatan moral dan spiritual dinilai dapat memperkuat kesadaran kolektif dalam melindungi lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....