BPMP Sulteng dan Pemkab Parimo Perkuat Kolaborasi Tangani Anak Tidak Sekolah

  • 17 Apr 2026 16:58 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah memperkuat kolaborasi dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Rapat Koordinasi yang ditutup di Best Western Plus Coco Palu, Jumat, 17 April 2026.

Komitmen bersama ini menegaskan bahwa penanganan anak putus sekolah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan.

Kepala BPMP Sulawesi Tengah, Dr. Muhamad Anis, menegaskan bahwa persoalan anak tidak sekolah memiliki dampak luas, tidak hanya pada sektor pendidikan, tetapi juga terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Pendidikan adalah kunci utama untuk mengentaskan kemiskinan. Karena itu, penanganan anak tidak sekolah harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, strategi penanganan ATS dilakukan secara menyeluruh, mulai dari membangun minat belajar sejak usia dini, melakukan mitigasi terhadap anak berisiko putus sekolah, hingga meningkatkan kualitas pembelajaran agar siswa tetap termotivasi.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

“Peran orang tua sangat menentukan. Kita harus bersama-sama memastikan anak-anak tetap mendapatkan semangat untuk terus bersekolah,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya di tingkat keluarga, agar kesadaran terhadap pentingnya pendidikan semakin meningkat.

Dalam rakor tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penguatan intervensi bagi anak dari keluarga kurang mampu, sinkronisasi data antarinstansi, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif.

Dengan penguatan kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong optimistis dapat menekan angka anak tidak sekolah secara bertahap, sekaligus memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan secara merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....