Untad Gandeng Hainan University, Perkuat Riset Akuakultur Tropis

  • 17 Apr 2026 15:18 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Universitas Tadulako (Untad) terus memperluas jejaring internasional dengan menjalin kerja sama strategis bersama Hainan University (HNU) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA), Kamis, 16 April 2026.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr. sc. Ir Agr Aiyen Tjoa, M.Sc., bersama delegasi HNU Prof. Dr. Qiu Xiguang, serta disaksikan langsung oleh Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng dalam momen wisuda.

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi berbasis kawasan tropis, khususnya dalam meningkatkan teknologi dan efisiensi sistem produksi akuakultur, baik laut maupun air tawar di Sulawesi Tengah.

Selain itu, kolaborasi ini juga diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program pelatihan, riset bersama, hingga peluang studi lanjut bagi mahasiswa Untad ke HNU.

Salah satu langkah strategis yang akan dikembangkan adalah pembangunan pusat riset Tropical Aquaculture Science and Technology Demonstration Centre (TASTDE) sebagai pusat unggulan pengembangan teknologi akuakultur tropis. Pusat ini diharapkan menjadi model percontohan budidaya perikanan berkelanjutan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tak hanya itu, akan dibangun pula International Science and Technology Living Lab (STB) sebagai ruang kolaboratif antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengembangkan riset terapan, pendidikan berbasis praktik, serta pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Rektor Untad, Aiyen Tjoa, menyebut kerja sama ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kompetensi sivitas akademika.

“Implementasi kerja sama ini membuka peluang riset yang lebih maju serta akses pendidikan lanjutan bagi mahasiswa, termasuk supervisi akademik dari Hainan University,” ujarnya.

Sementara itu, pihak HNU menilai Untad memiliki keunggulan di bidang pertanian tropis dan perikanan, sehingga kemitraan ini dinilai saling melengkapi, terutama dalam pengembangan sumber daya di kawasan tropis.

Rektor Untad, Prof. Amar, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus dalam meningkatkan daya saing global, sekaligus memaksimalkan potensi sumber daya alam Sulawesi Tengah.

Melalui kolaborasi ini, Untad diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik global serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan, dan kemajuan sektor unggulan daerah secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....