Kaban Karantina Indonesia Tinjau Instalasi Karantina Hewan di Sulteng

  • 15 Apr 2026 17:22 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Menjadi salah satu penjamin kualitas Hewan yang masuk ke setiap daerah aman dan sehat, keberadaan Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan diharapkan dapat melakukan pelayanan dan pemeriksaan secara maksimal. Kepala Badan Karantina Indonesia Dr. Sahat Manaor Panggabean usai melakukan peninjauan di Instalasi Karantina Hewan miliki Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Tengah, Rabu, 15 April 2026, mengatakan seluruh proses dan tahapan karantina hewan khususnya sapi di lokasi tersebut telah berjalan dengan baik. Selain itu diakui tingginya kesadaran masyarakat khususnya pedagang maupun pengusaha dalam melakukan pemeriksaan hewan yang akan dijual juga menjadi pendukung semakin terjaganya kualitas hewan yang dijual baik ke Sulawesi Tengah maupun keluar daerah ini.

“di sini kita pastikan kita periksa semua sapi-sapi itu sehat. Isunya adalah penyakit PMK. Kita pastikan kita periksa di laboratorium. Di laboratorium, laboratorium karantina itu sudah tersertifikasi ya 17025. Nah, ini semuanya sekarang ini ada sekitar 120 ekor sapi yang akan dilalui lintaskan di hari Sabtu rencananya dan sudah kita periksa, “ jelasnya.

Ditambahkan Instalasi Karantina Hewan miliki Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Tengah saat ini mampu menampung sekitar 400 sapi, sehingga untuk memastikan semua terlayani, petugas secara intensif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pelaku usaha untuk melakukan pengaturan jadwal masuk dan keluarnya sapi yang akan dijual. Hal ini dilakukan untuk menjamin hewan yang dijual benar-benar sehat dan layak dikonsumsi khususnya menjelang momen hari raya Idul Adha.

“Jadi, yang dikirim dari masyarakat itu dikirim ke sini sehat sehingga kita periksa itu dan benar-benar sehat supaya jangan ada dirugikan. Mudah-mudahan nanti Lebaran Haji 2026 ini semuanya lancar, enggak ada kendala,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Ilham Ilyas dari CV. Fajar Samudera yang merupakan pedagang sapi antar Pulau mengaku terbantu dengan keberadaan Instalasi Karantina Hewan, dimana dengan mengikuti prosedur yang ada, hewan yang dijual benar-benar memiliki jaminan keamanan dan dalam kondisi sehat.

“di instalasi ini diperiksa selama 5 hari, mereka amati kalau memang tidak ada penyakit baru diberangkatkan, baru keluar sertifikat. Enggak susah, yang penting terpenuhi. Biar malam mereka mau layani kita disini, luar biasa sekali, jadi kami pun tidak kesulitan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....